Ada Pemain Bali United dan Eks Timnas di Cult XI Eredivisie

Football5Star.com, Indonesia – Minggu (3/5/2020), Algemeen Dagblad merilis susunan cult XI Eredivisie abad ini. Dalam susunan sebelas pemain itu terdapat nama Melvin Platje, pemain Bali United, dan eks striker timnas Indonesia, Johnny van Beukering.

Cult XI berisi pemain-pemain yang punya keunikan sehingga mampu memikat hati suporter. Mereka pun jadi pujaan sebagian fan dan selalu diingat karena hal unik yang dimilikinya. Atas dasar itulah Melvin Platje dan Johnny van Beukering masuk ke dalam susunan sebelas terbaik.

Untuk Melvin Platje, nama dan status sebagai supersub jadi pertimbangan utama Algemeen Dagblad. Selain itu, aksi heroik yang ditunjukkan dalam banyak kesempatan juga jadi alasan lainnya.

“Namanya saja sudah membuat dia jadi cult hero. Platje dipandang sebagai supersub sejati di FC Volendam dan NEC yang membuat dia dengan cepat mencuri hati para fan. Dengan gol-gol indah, dia kerap menolong tim meraih hasil bagus. Tak hanya itu, striker ini juga bermain di cult tem sejati, Telstar,” urai Algemeen Dagblad dalam uraiannya tentang pemain Bali United itu seperti dikutip Football5Star.com.

Satu hal yang menarik, media asal Belanda itu kini mengakui status Melvin Platje sudah berubah. Hal itu berkat permainannya di Bali United. “Di klub Indonesia, Bali United, Platje telah berubah dari cult hero menjadi folk hero. Bahkan ada bayi-bayi yang diberi nama seperti namanya,” terang AD lagi.

Kalah Sprint dari Miquel Nelom

Berbeda dari pemain Bali United itu, Johnny van Beukering bukan supersub. Eks striker timnas Indonesia itu masuk cult hero karena perawakan dan kisah uniknya. Sebagian fan kerap menyapa dia dengan pelesetan namanya: Johnny van de Burger King.

Secara khusus, ada satu anekdot yang membuat status Johnny van Beukering sebagai cult hero kian kuat. Itu adalah saat debut bersama Feyenoord melawan Excelsior. “Meskipun unggul jauh, dia masih mampu dikejar Miquel Nelom. Selama bertahun-tahun, itu topik yang selalu muncul ketika bicara soal Van Beukering,” tulis Algemeen Dagblad.

Akan tetapi, nasib Johnny van Beukering tidak sebagus Platje. Berbeda dari pemain Bali United itu, dia gagal mengubah statusnya jadi folk hero meskipun sempat memperkuat timnas Indonesia.

Selain pemain Bali United dan eks timnas Indonesia, sembilan nama lain yang masuk cult XI Eredivisie abad ini adalah Jeroen Verhoeven, Christian Gyan, Patrick Pothuizen, Tom Beugelsdijk, Niels Fleuren, Stijn Vreven, Nathan Rutjes, Sjaak Polak, dan Michiel Kramer.

The post Ada Pemain Bali United dan Eks Timnas di Cult XI Eredivisie appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Eks Pelatih Arema Bercita-cita Ingin Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Eks pelatih Arema FC, Milan Petrovic mengaku bahwa ia saat ini masih menyimpan asa untuk bisa melatih klub Indonesia. Tidak itu saja, ia pun berkeinginan suatu saat bisa melatih timnas Indonesia.

“Harapan saya tentub bisa kembali ke Indonesia. Saya menghormati semua klub di sana. Saya bercita-cita bisa membawa klub Indonesia menjadi juara. Bahkan saya ingin menjadi pelatih timnas. Itu adalah harapan besar saya,” kata Petrovic saat dihubungi Football5star.com, Kamis (30/4/2020).

Petrovic yang saat ini tinggal di Ljubljana, ibu kota Slovenia mengaku bahwa selama melatih di Arema dirinya memiliki pengalaman sangat baik. Ia pun merasakan hal serupa saat melatih Badak Lampung FC meski hasilnya minor.

“Saya memiliki pengalaman yang sangat baik di Arema FC. Mereka adalah klub besar dengan suporter yang luar biasa, suasana stadion juga sangat luar biasa,” ucap Petrovic.

“Sedangkan di Badak Lampung, mereka memang klub kecil di lokasi yang baru. Pendukung di sana juga luar biasa. Saya selalu berharap BLFC bisa kembali bermain di Liga 1,”

“Saya memiliki perasaan yang luar biasa pada kedua klub tersebut. Saya menghormati mereka dan suatu saat nanti saya tentu bisa ingin kembali,” tambahnya.

Soal kondisinya saat ini di tengah pandemi corona, Petrovic menyebut ia dan keluarganya berada di kondisi yang sangat baik. Saat ini waktunya lebih banyak dihabiskan bersama istri dan dua anaknya.

“Saya tinggal di Ljubljana, saya tinggal bersama keluarga saya. Putra saya, Tim saat ini berusia 9 tahun dan anak pertama saya, Naja sudah berusia 11 tahun,”

Ia pun menyebut kondisi Slovenia saat ini berada di kondisi baik. Masyarakat di sana menurut Petrovic sangat displin. Hal ini yang membuat negara ini tidak memiliki kasus kematian akibat virus corona.

“Masyarakat di sini sangat displin. Kami tidak memiliki orang mati karena virus tersebut. Sekarang di negara saya, kompetisi sepak bola akan kembali bergulir pada 26 Mei mendatang,” tutupnya.

The post Eks Pelatih Arema Bercita-cita Ingin Jadi Pelatih Timnas Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Solusi Maraknya Pemain Naturalisasi Menurut Eks Pelatih Arema

Football5star.com, Indonesia – Eks pelatih Arema FC dan Badak Lampung FC, Milan Petrovic menilai bahwa banyaknya pemain naturalisasi di Indonesia akan mendatangkan sejumlah efek negatif.

Menurut Petrovic pemain naturalisasi pastinya akan membuat para pemain muda Indonesia menjadi kehilangan tempat. Hal ini tentu sangat tidak bagus untuk masa depan sepak bola Indonesia.

“Saya pikir itu masalah besar untuk para pemain muda. Mereka pemain muda memiliki energi besar, mereka berharap untuk bisa membela timnas. Setelah tumbuh dewasa, hal itu tidak terwujud,” kata Petrovic saat dihubungi Football5star.com, Kamis (30/4/2020).

@badaklampungfc

“Suporter tentu ingin melihat sepak bola yang baik di masa depan. Mereka memang tidak punya waktu untuk menunggu tetapi hal itu harus dipikirkan lebih matang,” tambahnya.

Dikatakan oleh Petrovic, jika bicara level klub tentu tidak ada yang salah dengan merekrut pemain naturalisasi atau pemain asing. Pasalnya hal itu dilakukan untuk membuat klub bagus di kompetisi.

“Jika Anda memiliki pemain asing yang sangat baik dan sedikit pemain naturalisasi, tentu tim Anda akan berada di posisi yang bagus di kompetisi,”

“Namun itu tentu jadi permasalahan tersendiri untuk pemain muda berbakat. Mereka pada akhirnya tidak mendapat kesempatan untuk bisa menunjukkan permainannya,” papar Petrovic.

Lantas solusinya? Menurut Petrovic jika pihak PSSI dan otoritas Liga Indonesia ingin menjalankan hal itu secara bersamaan, yang bisa dilakukan ialah menaikkan level di kompetisi kasta kedua, Liga 2.

Pemain muda yang tergusur karena tidak bisa bersaing dengan pemain naturalisasi dan pemain asing bisa bermain di kompetisi Liga 2 yang levelnya dibuat dengan sangat profesional.

“Mungkin PSSI dapat membantu klub Liga 2 dan semua pemain muda berbakat untuk bermain di kompetisi itu. Kompetisi itu dibentuk dengan sangat profesional, hingga si pemain bisa mendapatkan pengalaman bagus,”

The post Solusi Maraknya Pemain Naturalisasi Menurut Eks Pelatih Arema appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Bambang Pamungkas Tak Mau Disebut Legenda Timnas Indonesia

Football5Star.com – Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, tak mau disebut sebagai legenda Timnas Indonesia. Dia beralasan, sepanjang kariernya membela Indonesia belum ada satupun prestasi yang dipersembahkannya.

Faktanya, Bepe, sapaan karib Bambang Pamungkas, menang sangat melegenda di sepak bola Indonesia. Dia menjadi salah satu pemain dengan caps terbanyak, yakni 86 penampilan untuk Indonesia.

Tak cuma itu, Bepe jua sukses melesakkan 38 gol, menjadi pemain tersubur kedua untuk Indonesia setelah Soetjipto Soentoro (57 gol). Tapi, dia mengaku enggan disebut sebagai legenda Timnas Indonesia.

“Saya tidak menganggap diri saya sebagai legenda. Sebab, saya tidak pernah memberikan gelar prestisius bagi Timnas Indonesia,” bilang Bepe dalam Podcast Makna Talks dikutip dari Bola.com.

“Artinya sebagai pesepak bola mungkin di beberapa sisi, saya bisa dikatakan berhasil. Tapi, dalam hal trofi, saya gagal. Dan saya sampaikan itu dalam buku saya pada 2013. Saya adalah bagian dari generasi yang gagal,” lanjut Bepe.

Dalam 13 tahun membela Timnas Indonesia, Bepe pernah nyaris dua kali juara. Itu terjadi pada Piala AFF 2002 dan 2010. Sayang, Indonesia hanya menjadi runner-up saja.

“Selama 13 tahun di Timnas Indonesia, tak ada gelar bergengsi yang saya dapatkan. Artinya sebagai atlet nasional, saya gagal. Banyak terjadi perdebatan saat saya bilang saya bukan legenda. Panggil saya sebagai mantan pemain Timnas Indonesia,” tutup Bambang Pamungkas.

The post Bambang Pamungkas Tak Mau Disebut Legenda Timnas Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

AFC Bahas 5 Pemain Paling Berpengaruh di Sepak Bola Indonesia: Ada Bepe dan Kurniawan

Football5star.com, Indonesia – Federasi Sepak Bola Asia (AFC) membahas soal perkembangan sepak bola di Indonesia, tepat di hari ulang tahun PSSI ke-90 pada Minggu (19/4/2020). Mereka menilai ada lima pemain lokal yang paling berpengaruh di sepak bola Indonesia era modern.

AFC juga menyebut Timnas Indonesia, yang dulu dikenal dengan nama Hindia Belanda, adalah tim pertama dari Asia yang tampil di Piala Dunia, tepatnya 1938 di Prancis. Tapi, butuh waktu enam dekade bagi Skuat Garda untuk kembali ke panggung skala besar yakni Piala Asia 1996 di Uni Emirat Arab.

Di era sepak bola modern, AFC menyebut lima pemain lokal yang paling memiliki dampak sekaligus berpengaruh di Indonesia. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:

1 Bambang Pamungkas

the-afc.com

AFC menjulukinya sebagai “The Legend”.

“Nama Bambang Pamungkas identik dengan sepak bola Indonesia. Dia pemain dengan caps tertinggi dan pencetak gol kedua terbanyak di Timnas Indonesia,” puji AFC.

AFC juga membahas perjalanan karier Bepe di level klub mulai dari di Belanda, Malaysia dan Indonesia. Tak lupa soal kiprahnya bersama Timnas Indonesia.

“Bepe adalah salah satu pemain paling terkenal di Asia Tenggara. Tugas berikutnya dari pemain berusia 39 tahun berikutnya adalah mentransfer bakatnya yang luar biasa ke ruang ganti pemain.”

2 Ponaryo Astaman

the-afc.com

AFC menyebutnya sebagai “The Milestone Man”

“Setelah mencetak gol penentu kemenangan pertama Indonesa di Piala Asia (2004), Ponaryo Astaman memastikan ia akan selamanya dicintai oleh para penggemar Garuda,” puji AFC.

Timnas Indonesia sempat tanpa kemenangan di ajang Piala Asia 1996 dan 2000. Pada 2004, mereka menang atas Qatar dan gol penentu dicetak Ponaryo. “Ponaryo mencetak gol luar biasa dari jarak jauh untuk membuat negaranya unggul dalam pertandingan yang berakhir 2-1.”

AFC juga membahas soal sukses Ponaryo di level klub bersama PSM Makassar dan Sriwijaya FC.

3 Kurniawan Dwi Yulianto

the-afc.com

AFC menjulukinya sebagai “The Teenage Prodigy”

Induk sepak bola Asia itu membahas soal kiprah Kurniawan di Sampdoria dan klub Swiss, FC Luzern “Bersama Luzern, Kurniawan menjadi orang Indonesia pertama yang bermain dan mencetak gol di Piala Intertoto,” tulis AFC.

AFC juga mengutip pujian dari Paolo Mantovani, mantan Presiden Sampdoria soal Kurniawan: “Kurniawan mungkin adalah pemain terkuat dalam sejarah Indonesia. Awalnya, dia melakukan hal-hal yang sangat baik dengan Sampdoria, tetapi kemudian dia memiliki beberapa masalah. Sangat disayangkan karena dia bisa sangat sukses jika konsisten.”

AFC juga menyoroti statistik gol Kurniawan yang dinilai sangat baik di Timnas Indonesia yakni 33 gol dalam 59 caps.

4 Boaz Solossa

the-afc.com

AFC Menyebutnya sebagai “The One-Club Icon”

“Sebagai orang asli Papua, Boaz telah mencetak gol untuk Persipura Jayapura sejak 2004, dengan periode yang paling sukses terjadi antara 2008 dan 2013 ketika Persipura memenangkan tiga gelar juara dan Boaz meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak di tahun yang sama,” tulis AFC.

AFC juga menyoroti kiprah Boaz di Timnas Indonesia. “Sayangnya, ia terpaksa absen di Piala Asia 2007 di kandang karena cedera.”

“Pada usia 34 tahun, Boaz mendekati senja kariernya, tetapi penggemar Persipura akan berharap sang kapten masih bisa mencetak banyak gol sebelum gantung sepatu.”

5 Firman Utina

the-afc.com

AFC menjulukinya sebagai “The Trophy Collector”

“Pemain Terbaik di Piala AFF 2010, Firman Utina memenangkan trofi dengan empat klub berbeda selama karier yang panjang dan sukses di tanah kelahirannya,” puji AFC.

AFC membahas bagaimana Firman adalah jaminan prestasi. Sang gelandang banjir gelar bersama Arema FC, Sriwijaya FC, Persib Bandung dan Bhayangkara FC.

“Bagian dari skuat Indonesia di Piala Asia 2007, tahun terbaik Firman bersama Garuda datang pada 2010 ketika ia jadi runner-up Piala AFF, mencetak sepasang gol untuk negaranya dan dinobatkan sebagai MVP turnamen.”

The post AFC Bahas 5 Pemain Paling Berpengaruh di Sepak Bola Indonesia: Ada Bepe dan Kurniawan appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Doa dan Kesedihan Mengiringi Kepergian Ratu Tisha

Football5star.com Indonesia – Ratu Tisha Destria memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Doa dan kesedihan lantas mengiringi kepergian Ratu Tisha dari induk organisasi sepak bola nasional itu.

Keputusan mundur Ratu Tisha disampaikan melalui surat terbuka di akun Instagram pribadinya @ratu.tisha pada Senin (13/4/2020). Sontak, pernyataan tersebut membuat para penggemar sepak bola Indonesia di Instagram terkejut.

Pssi.org

Pasalnya, Ratu Tisha dianggap punya kontribusi besar terhadap perkembangan sepak bola dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir. Tak cuma kaget, warganet pun bertanya-tanya alasan mundurnya Ratu Tisha dari PSSI.

Dalam surat terbukanya, Ratu Tisha tak memaparkan alasannya. Tak ayal, banyak yang kebingungan dengan keputusan mendadak tersebut. Apalagi, Ratu Tisha merupakan figur yang berjasa atas terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Ditambah lagi, dalam surat terbuka yang juga disampaikan melalui rekaman suaranya, terdengar nada kesedihan. Terutama pada kalimat terakhir yang diucapkannya, “Pada suatu kesempatan dengan para sahabat, saya pernah berkata: hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepakbola. I have loved you for a thousand years, and I will love you for a thousand more”.

Alhasil, warganet yang memenuhi kolom komentar langsung menyuarakan doa untuk kesuksesan dalam karier Ratu Tisha berikutnya. Beragam kesedihan pun tertuang dalam untaian kata-kata yang disampaikan para penggemar sepak bola Indonesia.

View this post on Instagram ⁣Dear friends, Hari ini Senin, 13 April 2020, melalui surat, saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI.⠀ ⠀ Saya bersyukur pernah meraih kesempatan bekerja untuk melayani Anggota PSSI, pemain, pelatih, wasit, match commissioner, instruktur, dan para pecinta sepakbola sejak 17 Juli 2017. ⠀ ⠀ Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda, membangun kerjasama dengan federasi kelas dunia, menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepakbola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20. Sebuah kebanggaan yang tidak dapat terwujud tanpa dukungan Pengurus & Anggota PSSI, Pemerintah, dan stakeholder sepakbola, termasuk kamu; setiap individu yang sedang mendengarkan pesan ini. Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepakbola Indonesia. Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar & selalu ada jalan bagi yg tidak pernah lelah berusaha. Pada suatu kesempatan dengan para sahabat, saya pernah berkata: “hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepakbola”. I have loved you for a thousand years, and I will love you for a thousand more. ———– Because we love football,⠀ RT A post shared by Ratu Tisha (@ratu.tisha) on Apr 13, 2020 at 3:04am PDT

Berikut rangkuman doa dan kesedihan dalam komentar-komentar di Instagram Ratu Tisha:

@pssi.pers: Bu sekjen, tetap semangat. Semoga masih ada ruang untuk kita berdiskusi, membicarakan bagaimana pentingnya menjaga harapan untuk perubahan

@kurniawanqana: Terima kasih untuk dedikasinya untuk sepak bola Indonesia selama ini bu..sukses untuk ibu di manapun ibu @ratu.tisha berada .

@estilestari1: Whatever had happened , whatever it might be, I am proud to say one woman was a Secretary General in Indonesia , we might have our differences but what we do for Indonesian football is not for a faint of heart. All the best for your future endeavors .

@nilamgc: Terimakasih ibu Ratu sudah menghidupkan kembali sepakbola putri berikut women referee nya semoga Allah membalas semua kebaikan ibu dan sepakbola Indonesia bisa semakin maju .

@pssijateng: Semoga jalan yg anda lewati selalu cerah. Semoga kesuksesan mengikuti kemana anda melangkah. Jangan pernah berhenti mengabdi, dan mencintai Sepakbola. Terimakasih banyak Ibu Sekjen @ratu.tisha atas semua dedikasi dan pencapaian yg luar biasa selama ini. Sampai kapanpun tetap menjadi keluarga. GBU #FootballFamily #KitaGaruda.

@nikoanggari: Sedih juga denger kabar ini. entah gejolak apa ditubuh pzzi,tp yg jelas terima kasih sudah berusaha membikin sepakbola dinegri ini lebih maju. Queen sepakbola indonesia.

View this post on Instagram Ratu Tisha pamit ? kira-kira kenapa ya sobat bola.. Nanti malam kita bakal kupas tuntas di Live Streaming Youtube football5star yaa, inget jam 19:00 WIB. Eitsssss ga ketinggalan ada hadiahnya juga loh, ga cuma nonton doang, tapi kalian bisa dapet Informasi dan hadiah.. . #f5s #football5star #livestreaming #ratutisha #pssi A post shared by Football5star (@football5star) on Apr 14, 2020 at 3:27am PDT

@priyanto166: Kenap ibu ratu tisha mundur dr pssi ? Apa sebenarnya yg terjadi? PSSI masih sangat membutuhkan sosok ibu yg sangat profesional bekerja di saat PSSI sulitpun ibu menyelamatkan PSSI , knp skrg ibu mundur dr PSSI?.

@hanzbenyamin: Neng Tisha mngkn merasa Kerja Kerasnya tdk dihargai oleh Pihak Tertentu, yg sabar ya neng.. insyaaAllah ntr Neng bs dpt yg lebih baik lg & We Love Football too..Ganbatte neng tisha.

@sandiyuansah: Baru kali ini gw sedih denger pengurus PSSI mengundurkan diri.. Rasanya masih banyak yang perlu dibenahi sama ibu Tisha.. Love you bu.. Sepakbola Indonesia bangga pernah punya orang hebat kaya ibu.. .

@alcasidy: Kok gw sedih ya …@ratu.tisha is the best. PSSI JANCUK..

@riosetyamanah: Respect atas keputusan yg sudah anda ambil. Saya pribadi meng apresiasi kerja keras dan upaya anda utk memperbaiki persepakbolaan tanah air.

@davidherdian: Selalu semangat buat @ratu.tisha semoga sukses slalu karir nya terimakasih atas semua sumbangsi nya buat kemajuan persepakbola indonesia .

The post Doa dan Kesedihan Mengiringi Kepergian Ratu Tisha appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Sosok Pengganti Ratu Tisha Wajib Miliki Kriteria Seperti Ini

Football5star.com, Indonesia – Mantan anggota Exco PSSI yang juga legenda sepak bola wanita Indonesia, Papat Yunisal buka suara terkait pengunduran diri sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha.

Menurut Papat Yunisal, sebagai sekjen wanita pertama PSSI, Ratu Tisha adalah sosok yang hebat. Karenanya keputusan untuk mundur sebagai sekjen PSSI harus dihormati semua pihak.

dokumentasi pribadi

“Menurut saya, dia wanita yang hebat, sebagai wanita pertama yang menjadi sekjen PSSI. Kita harus hormati keputusannya,” kata Papat kepada Football5star.com, Selasa (14/4/2020).

Dikatakan oleh Papat, bahwa bukan tugas mudah untuk menjadi sekjen PSSI. “Karena memang tak gampang untuk menjalankan organisasi,” ucap Papat.

Disinggung soal sosok pengganti Ratu Tisha, apakah harus seorang wanita lagi. Papat menyebut bahwa jika memang itu yang terbaik untuk sepak bola Indonesia, mengapa tidak. “Selama itu yang yang terbaik untuk sepak bola kita,”

Namun Papat menegaskan bahwa menjadi sekjen PSSI haruslah seseorang yang memiliki kemampuan manajerial yang sangat baik. Itu menjadi poin penting yang harus dimiliki pengganti Ratu Tisha sebagai sekjen PSSI.

“Pengganti Tisha pastinya memiliki kemampuan manajerial yang baik, bisa bekerjasama dengan setiap stakeholder sepak bola sesuai dengan amanah yang diembannya, terbuka dan memiliki intergritas,” papar Papat.

Ratu Tisha Destria secara resmi mengumumkan telah mundur dari jabatannya sebagai Sekjen PSSI. “Dear friends, hari ini, Senin 13 April 2020, melalui surat, saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI,” tulis Ratu Tisha soal dirinya mundur dalam Instagram pribadinya.

The post Sosok Pengganti Ratu Tisha Wajib Miliki Kriteria Seperti Ini appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Osvaldo Haay Soal Eden Hazard, Neymar, dan Sergio Aguero

Football5Star.com – Bintang Persija Jakarta, Osvaldo Haay, mengaku sangat mengidolai Eden Hazard, Neymar dan Sergio Aguero. Hal itu saat dia diwawancarai FIFA yang menganggapnya sebagai prospek panas sepak bola INdonesia.

Baru berusia 22 tahun, Osvaldo memang sudah mengoleksi sejumlah penghargaan. Pada level klub, Haay turut dalam skuat Persipura yang juara ISC 2016, dan meraih runner-up bersama Persebaya Surabaya musim lalu. Pada level internasional, Haay berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2017 dan perak di SEA Games 2019 serta jadi top skorer.

Tak salah kalau FIFA baru-baru ini menyorotnya. Ketika diwawancarai FIFA, Osvaldo Haay mengaku kalau terinspirasi dengan Eden Hazard, Neymar dan Sergio Aguero lantaran ketiga pemain itu punya tubuh tak besar tapi mampu mengilap.

“Bintang-bintang ini tidak besar secara fisik tetapi mereka menyentuh bola dengan luar biasa. Mereka benar-benar pemain yang cerdas,” bilang Haay kepada FIFA.

Sudah menjadi favorit penggemar di Indonesia, Haay paham tengah memikul harapan besar di Timnas Indonesia. Tapi sayang skuat Merah Putih tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 di Asia, belum mendapatkan poin dari lima pertandingan mereka di Grup G.

“Meskipun kami tersingkir, kami harus tetap fokus dan berkonsentrasi pada setiap pertandingan. Setiap kali saya bermain dengan tim nasional, saya sangat ingin mencetak gol dan membantu tim menang. Kami perlu bekerja lebih keras dan lebih disiplin. Kami akan jadilah tim yang lebih baik,” tutup Osvaldo Haay.

The post Osvaldo Haay Soal Eden Hazard, Neymar, dan Sergio Aguero appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.