Ada Kompetisi Pengganti-pun, Klub Liga 1 Tetap Pusing Soal Gaji

Football5Star.com – Klub-klub Liga 1 2020 tetap pusing soal gaji meski nantinya ada kompetisi pengganti bila musim diberhentikan. Sebab, harus ada pula aturan soal gaji pemain agar kontrak bisa direvisi.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 akan dihentikan andai pemerintah melanjutkan status darurat bencana pada 29 Mei mendatang. Ada opsi lain bila kompetisi akan tetap dilanjutkan, yakni format baru.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mendukung saja wacana menggelar turnamen atau sejenisnya dibanding memaksakan Liga 1 2020 digulirkan. Sebab, waktunya sangat mepet.

“Mulai sekarang, PSSI harus mulai memikirkan bagaimana kelanjutan status force majeure ini. Jelas berat melanjutkan sisa kompetisi dengan waktu yang pendek, karena Desember sudah harus selesai. Kalau mungkin ada turnamen berskala Nasional itu lebih masuk akal dalam waktu yang pendek,” kata Ruddy dikutip Wearemania.

Malang Times

Kendati demikian, Ruddy menyebut kalau klub Liga 1 tentu akan tetap pusing bila aturan soal gaji tak diubah. Dengan format turnamen, tentu harus ada penyesuaian gaji pemain.

“Semua klub Liga 1 2020 jelas keberatan jika harus menggaji pelatih dan pemain dengan nominal sama seperti kompetisi. Kalau yang digelar turnamen pengganti kompetisi, Piala Presiden atau Piala Indonesia namanya, harus ada regulasinya yang mengatur gaji ini. Situasi yang sama pernah terjadi di ajang ISC,” papar dia.

Maklum memang, klub-klub belakangan diprotes soal gaji 25 persen buat pemain. Padahal, dalam tiga bulan di tengah penundaan kompetisi, klub tak mendapatkan pemasukan.

“Hal ini memaksa owner klub merogoh kocek pribadinya. Kalau ada turnamen, mungkin Arema bisa mengatur ulang kontrak dengan pelatih, pemain, dan juga pihak sponsor,” tutup dia.

The post Ada Kompetisi Pengganti-pun, Klub Liga 1 Tetap Pusing Soal Gaji appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Giliran Arema FC yang Usulkan Liga 1 2020 Disetop

Football5star.com, Indonesia – General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, merasa tak yakin kompetisi Liga 1 2020 bisa dilanjutkan selepas pandemi COVID-19 di Indonesia. Ia pun siap mendukung keputusan PSSI andai Liga 1 musim ini dihentikan.

Saat ini, Liga 1 memang sedang ditangguhkan akibat status darurat bencana COVID-19. Kompetisi rencananya baru akan kembali dilanjutkan pada tanggal 1 Juli mendatang apabila status darurat sudah dicabut oleh pemerintah pusat.

“Jelasnya berat bagi klub, melihat masih ada sisa 31 pertandingan. Sementara, cuma ada empat sampai lima bulan saja untuk menggelar kompetisi ini setelah dipotong tiga bulan, dan satu bulan untuk Piala AFF nanti,” kata Ruddy Widodo dikutip dari laman Wearemania.

Malang Times

“Apalagi kalau BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menambah masa tanggap darurat dari batas 29 Mei, tentu akan semakin berat,” sambung Ruddy menambahkan.

Lebih lanjut, Ruddy juga menolak usulan untuk melanjutkan Liga 1 2020 secara tertutup. Menurutnya, kebijakan tersebut takkan bisa dilaksanakan karena adanya keperluan logistik dari tim-tim yang bermain tandang.

“Kalau kompetisi dilanjutkan di tengah pandemi, tanpa penonton juga bukan solusi. Memang, di luar negeri hal itu bisa diterapkan, karena untuk bermain away mereka bisa menggunakan bus saja.”

“Sementara, di Indonesia tidak bisa, karena Arema tetap harus ke bandara, salah satu tempat yang berpotensi terpapar virus tersebut,” tandas Ruddy.

Sebelum Arema FC, sudah ada beberapa klub yang ingin Liga 1 2020 dihentikan. Diantaranya adalah PSIS Semarang, Persita Tangerang, Madura United dan Bhayangkara FC.

The post Giliran Arema FC yang Usulkan Liga 1 2020 Disetop appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.