Pilihan Sulit Pelatih PSIS Semarang: Pulang Kampung atau …

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic berada di pilihan sulit di tengah pandemi corona. Ia mengaku ingin pulang bertemu keluarganya namun di sisi lain ia memiliki kontrak dengan PSIS Semarang.

“Perjanjiannya adalah jika tidak ada kompetisi maka kita akan mendapat gaji 25 persen tetapi saya telah memperpanjang kontrak hingga akhir 2021 dan kondisi sama juga dialami asisten saya, Zarko Curci,” kata Djukanovic seperti dikutip Football5star.com dari hotsports, Senin (27/4/2020).

hotsports

“Klub-klub telah membuat keputusan untuk memotong gaji untuk April, Mei, dan Juni. Saya tidak tahu bagaimana semua ini akan berakhir. Sponsor saat ini ingin mengurangi donasi,” tambahnya.

Saat ini keluarga dari Djukanovi berada di Beograd, Serbia. Sang istri yang menurutnya merawat ketiga anaknya di Serbia.

“Istri saya merawat ketiga anak saya. Putra saya yang lahir pada 2007 saat ini tengah bermain di akademi Partizan. Dia dilatih oleh Nikola Grubjesic,”

Dikatakan oleh Djukanovic, bahwa dirinya cukup bahagia bisa melatih PSIS. Menurutnya PSIS adalah klub besar dan saat ini memiliki program jangka panjang yang sangat baik.

“PSIS telah membangun stadion dengan kapasitas 45ribu tempat duduk dan kami tentu sangat menunggu bisa bermain di sana. Sponsor di klub Indonesia juga banyak. Banyak juga uang berasal dari hak siar televisi,” ungkap Djukanovic.

Untuk saat ini, Djukanovic menyebut bahwa ia dan staf pelatih PSIS Semarang melakukan pelatihan on-line terhadap para pemain. Ia menggunakan aplikasi Zoom dan melihat para pemainnya berlatih di rumah selama 50 menit.

“Di rumah mereka bisa berlari dan berolahraga untuk menjaga kesehatan. Saya memantau kondisi mereka melalui aplikasi zoom,”

The post Pilihan Sulit Pelatih PSIS Semarang: Pulang Kampung atau … appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Sisi Lain Ilija Spasojevic Diungkap Pelatih PSIS Semarang

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Dragan Djukanovic lemparkan pujian kepada striker Bali United, Ilija Spasojevic. Pujian itu diberikan Djukanovic saat diwawancara oleh media asal Serbia.

“Ilija Spasojevic adalah pemain terbaik Bali United. Ia sudah menjadi warga negara di sini dan menjadi bagian skuat timnas Indonesia. Ia begitu dipuja di sini,” kata Djukanovic seperti dikutip Football5star.com dari hotsports, Senin (27/4/2020).

“Dia baru saja kehilangan istrinya yang baru meninggal dunia. Ilija Spasojevic merupakan anak dari pelatih terkenal Dragutin Spasojevic. Saya bekerja dengannya saat di FK Sutjeska Nikšić,” tambah Djukanovic.

Sebelum menjadi pelatih PSIS, Djukanovic sempat memiliki karier yang cukup bagus di klub Yunani, Omonia Nicosia. “Selama bermain sebanyak 18 pertandingan untuk Omonia, ia mampu mencetak 8 gol. Setelah itu, pemain yang dikenal dengan rambut panjangnya bermain di Swedia, Jepang, Prancis dan saat ini menjadi pelatih di Semarang,”

Menurut media Yunani, selama bermain sebagai pemain, Dragan adalah tipikal striker yang memiliki tubuh kuat dengan gaya permainan yang penuh determinasi.

Pada awal Januari lalu, PSIS Semarang menunjuk Dragan Djukanovic menjadi pelatih kepala baru untuk Liga 1 2020.

Otomatis posisi Bambang Nurdiansyah digantikan oleh pelatih 50 tahun itu.

PSIS mengumumkan Dragan Djukanovic sebagai pelatih baru melalui akun instagram resmi klub. Sebelumnya, posisi Draga Djukanovic di PSIS menjabat sebagai Direktur Teknik.

“Dragan Djukanovic resmi ditunjuk menjadi Head Coach skuat Laskar Mahesa Jenar untuk mengarungi musim 2020,” tulis pernyataan klub.

The post Sisi Lain Ilija Spasojevic Diungkap Pelatih PSIS Semarang appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Bos PSIS Tak Yakin Liga 1 2020 Bisa Dilanjutkan

Football5star.com, Indonesia – CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, merasa cukup pesimistis dengan peluang digulirkannya kembali Liga 1 musim 2020 akibat pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai. Yoyok pun yakin pemerintah Indinesia akan memperpanjang masa darurat COVID-19.

Pemerintah memang sudah menetapkan masa darurat COVID-19 hingga akhir Mei mendatang. Penetapan tersebut membuat PSSI menghentikan seluruh kompetisi sepak bola dan berencana untuk kembali digulirkan pada awal Juli nanti.

“Nampaknya akan ada perpanjangan darurat bencana nasional terkait COVID-19 ini. Kita tunggu saja nanti. Karena, event sekelas PON saja ditunda selama setahun. Apalagi Liga 1,” kata Yoyok Sukawi dikutip dari laman AyoSemarang.

instagram.com/yoyok_sukawi

Lebih lanjut, Yoyok juga menolak usulan untuk melanjutkan Liga 1 secara tertutup. Menurutnya, keputusan tersebut akan membuat PSIS dan klub-klub lainnya mengalami kerugian finansial yang sangat besar.

“Harus diakui, situasinya sulit untuk merespon usulan tetap menggelar pertandingan tanpa penonton pasca status tanggap darurat akibar penyebaran COVID-19,” kata Yoyok

“Menjalankan pertandingan tanpa penonton akan berdampak kerugian pada PSSI dan klub karena 80% pendanaan didapat dari sponsor dan penjualan tiker pertandingan,” tandas Yoyok.

Sebelum kompetisi dihentikan, PSIS menjadi salah satu klub penghuni papan atas klasemen Liga 1. Bruno Silva cs sukses menduduki posisi lima klasemen dengan perolehan enam poin dari tiga pertandingan. Enam poin tersebut mereka dapatkan berkat kemenangan atas Arema FC dan Persela Lamongan.

The post Bos PSIS Tak Yakin Liga 1 2020 Bisa Dilanjutkan appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Nostalgia Hari Ini: PSIS Juara Liga Indonesia 1998-99

Football5Star.com, Indonesia – Pada 9 April 1999, tepat 21 tahun yang lalu, publik sepak bola Indonesia dikejutkan dengan PSIS Semarang yang berhasil menjadi juara Liga Indonesia yang pada saat itu disebut Ligina pada musim 1998-99. Mengapa dikejutkan? Karena pada saat itu PSIS sama sekali tidak diunggulkan untuk menjadi juara.

Pada saat itu sistem liga tidak seperti saat ini. Liga memiliki 3 divisi, divisi barat, tengah dan timur. Masing-masing divisi mempunyai dua grup kecuali divisi timur hanya satu grup. Ada 28 tim yang ikut berkompetisi. 2 tim terbaik dari masing-masing grup akan masuk ke babak 10 besar, sedangkan 4 tim terburuk dari 5 grup tersebut akan masuk ke babak play-off degradasi.

PSIS tergabung dalam grup 4 divisi tengah, bersama Persebaya, Barito Putra, Persema, dan Gelora Dewata. PSIS sebenarnya tampil buruk dengan hanya meraih dua imbang dan satu kalah dalam tiga laga awal. Tetapi dia bisa memenangkan tiga pertandingan dari enam pertandingan sisa. PSIS lolos sebagai runner-up dengan perolehan 11 poin, hanya berjarak satu poin dari posisi ketiga Barito Putra.

ForzaPSIS

Laskar Mahesa Jenar lalu lolos ke babak 10 besar dan tergabung di grup A. Mereka lagi-lagi bertemu dengan Persebaya. Selain itu juga ada Semen Padang, Persikota Tangerang, dan Petrokimia Putra. Berbeda dengan babak awal yang memakai sistem kandang-tandang. Di babak 10 besar akan selalu bermain di tempat netral dan Jakarta yang menjadi tuan rumahnya. Pasukan Ali Sunan dkk. berhasil meraih 2 kali menang, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah. Mereka lagi-lagi lolos ke semi final sebagai runner-up dengan perolehan 7 poin.

Pada laga semi final, PSIS harus menghadapi tuan rumah Persija Pusat yang menjadi juara grup B. Persija sangat jauh diunggulkan mengingat mereka sebagai tuan rumah dan rekor mereka hanya kalah satu kali sepanjang musim. Tetapi Laskar Mahesa Jenar secara mengejutkan menang 1-0 lewat gol dari pemain asing mereka Ebanda Timothy.

Tapi sayang kemenangan itu harus dibayar mahal oleh suporter PSIS karena sebelum pertandingan ada 11 orang suporter meninggal dalam dua kecelakaan yang berbeda. Peristiwa itu dinamai Tragedi Lenteng Agung.

Karena peristiwa itulah, partai final yang sebelumnya akan diadakan di Jakarta, harus dipindah jauh ke Stadion Klabat, Manado.

Babak Final

ForzaPSIS

Barulah tepat pada hari ini 21 tahun yang lalu, 9 April 1999, partai Final Liga Indonesia musim 1998-99 diadakan. PSIS lagi-lagi harus bertemu dengan Persebaya.

Persebaya jauh diunggulkan pada saat itu, bagaimana tidak. Mereka sudah bertemu total tiga kali dalam babak sebelumnya dan PSIS sama sekali belum pernah menang. Jangankan menang, PSIS bahkan sama sekali belum bisa mencetak gol ke gawang kiper Persebaya, Hendro Kartiko, yang pada saat itu merupakan kiper Timnas. Bajul Ijo pada saat itu juga diisi oleh pemain bintang seperti Aji Santoso, Anang Ma’ruf, Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro, dll.

Tapi, PSIS berhasil menahan gempuran dari pemain-pemain bintang Persebaya, sampai puncaknya pada menit ke-89. Agung Setyabudi mengirim umpan jauh ke ‘Maradona dari Purwodadi’ Tugiyo, lalu Tugiyo berhasil menceploskan bola ke gawang Hendro Kartiko. Skor 1-0 bertahan hingga akhir, dan PSIS dinobatkan menjadi Juara untuk pertama kalinya sejak tahun 1987 era perserikatan.

Skuad Pas-pasan

Jika dibandingkan dengan skuad Persebaya, skuad Laskar Mahesa Jenar jauh dari kata bagus. Bahkan bisa dibilang PSIS terselamatkan karena pada saat itu klub Arseto Solo baru saja dibubarkan. Ada 3 pemain bintang Arseto Solo yang bergabung ke PSIS, yaitu Agung Setyabudi, I Komang Putra, dan Ali Sunan yang dinobatkan sebagi kapten.

Tetapi menurut Agung Prasetyo kunci dari keberhasilan PSIS adalah kekompakan.

“Saat itu PSIS mainnya kompak. Gajian sering telat, tapi pemain tetap kompak. Tidak ada gaji ya tidak ada latihan bareng, sebagai bentuk protes saja. Tapi kami bisa membuktikannya di lapangan,” ucap Agung.

PSIS saat ini bermain di Liga 1 Indonesia, setelah mereka berhasil promosi dari Liga 2 pada tahun 2017.

The post Nostalgia Hari Ini: PSIS Juara Liga Indonesia 1998-99 appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.