Petteri Pennanen Cerita Naik Kendaraan Rantis di Tengah Fans PSS

Football5Star.com – Gelandang Tira-Persikabo, Petteri Pennanen, bercerita soal kariernya di Indonesia yang pernah menaikki kendaraan rantis. Hal itu saat mereka melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu.

Dalam partai di Stadion Maguwoharjo itu, laga PSS vs Tira-Persikabo berakhir imbang tanpa gol. Tapi, pertandingan tersebut hanya dihadiri tiga ribuan penonton saja, sedang suporter Brigata Curva Sud (BCS) tengah melakukan boikot.

Meski tak memiliki sejarah permusuhan dengan PSS, tetap saja skuat Tira-Persikabo diangkut menggunakan kendaraan polisi. Hal itulah yang diceritakan oleh Petteri Pennanen.

“Fans memboikot pertandingan karena suatu alasan. Sebaliknya ultras-ultras memblokade jalanan setelah pertandingan. Jadi kami harus menunggu satu setengah jam setelah pertandingan di stadion. Kemudian kami pergi menggunakan kendaraan polisi dengan penjagaan ketat,” cerita Petteri Pennanen dikutip Yle.

Eks pemain FC Twente itu menyebut kalau hal itu merupakan pengalaman yang luar biasa. Sebab, ini baru pertama kali dirasakannya dalam sepanjang bermain sepak bola.

“Para pemain lokal meyebut ini mungkin pertama kalinya bagi Anda. Tetapi, mungkin nanti sepanjang musim kami mungkin akan kembali menumpangi mobil polisi untuk kembali ke hotel,” tutup Pennanen.

Sayangnya bagi Pennanen, dirinya belum bisa membuktikan lebih jauh aksinya bersama Persikabo. Sebab, kompetisi Liga 1 2020 saat ini ditunda karena pandemi virus corona.

Apalagi, sejauh ini Petteri Penannen hanya mampu membawa Tira-Persikabo sementara duduk di urutan 10 klasemen. Mereka hanya meraih satu kemenangan, satu imbang dan satu kekalahan dalam tiga pekan awal.

The post Petteri Pennanen Cerita Naik Kendaraan Rantis di Tengah Fans PSS appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Eks Timnas Finlandia: Saya Pikir Orang Indonesia Tak Bisa Marah

Football5Star.com – Gelandang Tira-Persikabo, Petteri Pennanen, bercerita ke salah satu media Finlandia soal kerasnya sepak bola Indonesia. Padahal, dia berpikir orang Indonesia tak bisa marah tapi di lapangan semuanya berubah.

Ini memang menjadi pengalaman perdana buat Petteri Pennanen berkarier di Asia, terutama Indonesia. Dia lebih sering bermain untuk klub negaranya, Finandia, seperti KuPS, RoPS, hingga Turun Palloseura.

Sebagai anak baru di sepak bola Indonesia, gelandang 29 tahun tersebut mengaku menikmatinya. Dia menikmati pertandingan demi pertandinga di Liga 1 2020.

Ofisial Persikabo

“Saya sangat menikmati pertandingan dan menjalani budaya yang baru. Butuh dua pekan bagi saya untuk beradaptasi. Saya memang baru beberapa bulan di sini, tapi rasanya seperti setahun. Banyak yang berubah dari sini,” ungkap Pennanen dikutip dari Yle.

Kendati demikian, Pennanen mengaku sepak bola Indonesia memiki intensitas yang tinggi bahkan cenderung keras. Padahal kesan pertamanya begitu tiba di Indonesia, masyarakatnya ramah-ramah.

“Para pemain di sini benar-benar berjuang melakukan apapun demi menang. Kalau bisa berdarah, sampai berdarah. Berbeda sekali dengan kehidupan normal. Saya pikir mereka tak bisa marah, faktanya mereka sangat ramah dan santai. Tapi di lapangan, yang terjadi sebaliknya,” tambah Petteri Pennanen.

“Banyak yang baik, banyak yang tidak begitu bagus dan semua yang ada di antaranya. Saya siap secara mental untuk hal-hal tidak berjalan seperti biasa,” tutup dia.

The post Eks Timnas Finlandia: Saya Pikir Orang Indonesia Tak Bisa Marah appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.