Gaspar Vega: Pemain Indonesia Berdoa Sepanjang Waktu

Football5Star.com – Penyerang Persik Kediri, Gaspar Vega, mengaku saat ini sedang mengamati dengan seksama kehidupan barunya. Dia jua takjub kepada pemain Indonesia yang selalu berdoa setiap akan dan selesai melakukan apapun.

Memang, ini adalah kali pertama pemain bernama lengkap Gaspar Ignacio Vega itu berkarier di Asia Tenggara. Sebelumnya, dia selau main di Argentina dan Uruguay. Tentu ada banyak hal yang membuatnya terkejut.

Apalagi, fasilitas dan stadion di Indonesia juga nyatanya sudah mumpuni. Apalagi dibantu dengan fanatisme yang sangat besar dari suporter di Indonesia.

“Kami bermain stadion penuh, saya bermain dengan 50 ribu orang. Tim saya memiliki 20 ribu penggemar lokal. Fanatisme sangat besar dan stadionnya sangat bagus. Itu mengejutkan kami,” ungkap Gaspar Vega dikutip dari Mundo D.

Vega jua bicara soal budaya yang didapatkan dari Indonesia. Menurutnya, dari segi makanan hingga spiritual, kebiasaan pemain Indonesia sangat berbeda dengan yang ditemui sebelumnya.

“Kami tiba di kota dengan kebiasaan yang sangat berbeda, dari makanan, bahasa, jadwal mereka, pokok doa. Mereka menyelesaikan pelatihan atau bermain, dan tidak mandi,” papar dia.

“Pemain Indonesia berdoa sepanjang waktu, hal-hal yang menarik perhatian. Pada awalnya mereka bertabrakan, tetapi kemudian Anda mengulurkan tangan. Butuh beberapa saat untuk beradaptasi,” tutup Gaspar Vega.

The post Gaspar Vega: Pemain Indonesia Berdoa Sepanjang Waktu appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Takut Corona di Indonesia, Pemain Persik Tinggal Bareng Bintang Persita

Football5Star.com – Pemain Persik Kediri, Gaspar Vega, mengaku takut dengan pandemi virus corona di Indonesia. Makanya dia sampai memilih untuk tinggal bersama dengan bintang Persita Tangerang, Mateo Bustos.

Hal itu diceritakan oleh Gaspar Vega kepada media Argentina, Mundo D. Merantau di negri orang apalagi tengah ada masalah wabah virus mematikan jelas membuat dia agak risau dengan kondisinya.

Makanya, eks pemain Rampla Juniors itu mencari teman senegaranya. DIa akhirnya memilih untuk tinggal bersama Mateo Bustos yang memperkuat Persita musim ini.

“Saya bersama degan Mateo, kami memilih bersama karena kami bermain untuk klub berbeda, di kota yang berbeda. Saya di Persik, Mateo di Tangerang, dan di sini kami bertemu,” beber Vega dikutip dari Mundo D.

Instagram @Gasparverga7

Gaspar Vega sebenarnya ingin sekali pulang ke Argentina. Tapi sayang, saat ini negaranya jua tengah memberlakukan lockdown yang membatasi penerbangan dari dan ke dalam negeri.

“Kami sudah menghubungi Kedutaan Besar di sini dan Kementerian Luar Negeri Argentina, tetapi kami belum mendapat solusi,” tutup dia.

Vega dan Mateo sebenarnya tak sendirian. Pelatih Arema FC, Mario Gomez, jua frustrasi karena tak bisa pulang ke Argentina.

Virus corona yang kian bertambah kasusnya jua membuat Gomez khawatir. “Anda tak ada kegiatan di sini, tetapi kami tak bisa pulang ke Argentina, ini membuat anda frustrasi,” kata Gomez.

The post Takut Corona di Indonesia, Pemain Persik Tinggal Bareng Bintang Persita appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Eks Pemain Red Star Belgrade Cerita Kondisi Corona di Indonesia

Football5Star.com – Bintang Persik Kediri, Nikola Asceric, menyebut kalau Indonesia awalnya menganggap remeh virus corona. Hingga akhirnya pasien positif di Indonesia tiap hari meningkat kasusnya.

Dari daftar terbaru yang dirilis pemerintah Indonesia, tercatat sudah ada 6575 kasus positif COVID-19. Sedang 686 dinyatakan sembuh dan 583 meninggal dunia.

Virus corona juga memaksa semua kegiatan dibatasi. Bahkan, kompetisi Liga 1 2020 terancam berhenti total andai pandemi ini tak jua berhenti sampai Mei mendatang.

“Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar, memiliki beberapa juta kota. Pada awalnya, mereka sembrono dan dan menganggap ini tidak berbahaya, seperti kita,” bilang Nikola Asceric dikutip dari Media Bosnia, HotSport.

“Jumlah besar pasien telah meningkat secara dramatis dari hari-hari sebelumnya, jumlah kematian juga. Penerbangan dari dan ke negara itu telah dibatalkan, lembaga-lembaga negara hanya beroperasi secara online, sekolah-sekolah ditutup,” lanjut bintang Persik yang jua lulusan Red Star Belgrade itu.

Dia kemudian melanjutkan kalau kompetisi ditunda karena kondisi ini. Nikola Asceric jua menyebut kemungkinan kompetisi bisa ditangguhkan lebih lama karena klub jua sudah diliburkan.

“Beberapa klub yang telah mengadakan sesi latihan pada minggu-minggu sebelumnya jua telah dibubarkan. Kota-kota ada pembatasan, terutama di daerah-daerah di mana ada warga yang terinfeksi,” tutup dia.

The post Eks Pemain Red Star Belgrade Cerita Kondisi Corona di Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Nostalgia Hari Ini: Persik Beri Pelajaran Semifinalis Piala Dunia

Football5Star.com – Hari ini, 12 April bertepatan dengan aksi gemilang Persik Kediri di pentas Liga Champions Asia. Pada 2007 silam, mereka menunjukkan sengatannya dan memberikan pelajaran kepada klub Australia, Sydney FC.

Hal itu terjadi pada Liga Champions Asia 2007 lalu. Persik Kediri saat itu memang masuk ke dalam grup neraka. Mereka bergabung bersama Urawa Red Diamond, Sydney FC, dan Shanghai Shenhua di Grup E.

Macan Putih, julukan Persik, memang memulai Grup E dengan kurang baik. Mereka saat itu dibantai tiga gol tanpa balas oleh Urawa Red Diamond di Saitama Stadium.

Akan tetapi, Persik Kediri yang kala itu diperkuat pemain seperti Ronald Fagundez, Danilo Fernando, Erol FX Iba, Budi Sudarsono, hingga Kurnia Sandy, bangkit pada pertandingan kedua. Mereka berhasil menang di laga kedua melawan Shanghai Shenhua. Saat itu, gol Bertha Yuana menjadi penentu.

Nah, pada partai ketiga Macan Putih berhasil melanjutkan performa positifnya. Pada 12 April 2007, mereka berhasil menang 2-1 atas Sydney FC melalui gol Aris Budi Prasetyo dan Budi Sudarsono. Ini menjadi pelajaran buat Sydney FC. Sebab, mereka sebenarnya sempat unggul gol cepat melalui Steve Corica saat laga baru berjalan delapan menit di Stadion Manahan kala itu.

Meski memang saat itu Sydney FC harus bermain dengan 10 orang setelah Zadkovic menerima kartu kuning keduanya lantaran melanggara Bertha Yuana Putra. Tapi tetap saja, kemenangan ini langsung menjadi sorotan. Apalagi pada laga sebelumnya, klub Australia itu mampu menahan Urawa Reds Diamonds di Jepang. Mereka jua berstatus semifinalis Piala Dunia Antar-klub pada 2005 silam.

Gagal Pertahankan Momentum

Dalam laga kandang selanjutnya, Persik jua menunjukkan keangkerannya. Gantian menjamu Urawa Reds, mereka sukses menahan imbang klub Jepang itu. Kala itu skor 3-3 berakhir di Stadion Mahanan setelah dua gol Cristian Gonzales, dan Budi Sudarsono dibalas tiga gol Urawa via Shinji Ono, Robson Ponte, dan Yuki Abe.

Akan tetapi, sayangnya Persik Kediri gagal memanfaatkan momentum kala itu. Kekalahan 0-3 di markas Sydney FC, dan 0-6 di kandang Shanghai Shenhua, membuat mereka hanya mampu finis di urutan ketiga klasemen Grup E.

Meski demikian, kemenangan Persik atas Sydney FC 12 April 2007 silam masih dikenang. Sebab, hal itu kian mempererat hubungan Indonesia dan Australia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia kala itu, Bill Farmer menyampaikan penghargaannya atas sambutan hangat yang diberikan kepada Sydney FC di Solo. Bermain bersama dalam pertandingan olahraga adalah kesempatan baik untuk membangun persahabatan antara rakyat kedua negara kita,” kata Dubes Farmer dalam laman resmi Indonesia Embassy.

“Manajemen Klub Sepakbola Sydney telah meminta saya untuk menyampaikan penghargaannya yang khusus kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Persik Kediri, Persis Solo sebagai panitia penyelenggara dan Pemerintah Indonesia,” lanjut dia.

The post Nostalgia Hari Ini: Persik Beri Pelajaran Semifinalis Piala Dunia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Persik Minta PSSI Siapkan Bantuan Hukum Jika Ada Gugatan dari Pemain

Football5star.com, Indonesia – CEO Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih mengatakan bahwa pihak PSSI nantinya harus menyiapkan bantuan dan perlindungan hukum untuk klub Liga 1 2020 yang menerapkan kebijakan pemotongan gaji 25 persen.

“Dengan kejadian seperti ini, saya khawatirkan sebagai pengelola klub ada gugatan pemain dan pelatih asing khususnya yang dikit-dikit ke FIFA. Nah, PSSI harus ada perlindungan hukum,” kata Bafagih yang juga anggota DPR Komisi X saat RDPU dengan Ketum PSSI, Rabu (8/4/2020).

pssi.org

Menurut Bafagih, bahwa tidak semua pemain mungkin akan menerima keputusan tersebut. Karenanya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Bafagih mendesak PSSI memberikan bantuan hukum.

“Mungkin dari pemain sudah ada yang legowo, tapi ada satu pemian lain dapat bonus terus temannya tidak, jadi ada yang kompori. Padahal kita tahu wabah ini tidak berdampak ke olahraga saja tapi dampak ke seluruh negara. Alangkah baiknya PSSI berikan perlindungan hukum ke klu-klub Liga 1,” ucapnya.

Ketum PSSI, Mochamad Iriawan sendiri seperti dikutip Football5star.com dari tribunnews mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan jika ada gugatan hukum kepada pihak klub Liga 1.

“Kami juga siap-siap apabila ada gugatan-gugatan dari pemain dan sebaganyai seperti apa yang dikatakan dari pemilik Persik Kediri, kita akan lakukan perbantuan masalah hukumnya,” kata Mochamad Iriawan.

Sebelumnya pihak PSSI mengatakan bahwa untuk kesejahteraan pemain diserahkan kepada pihak klub.

“Berkaitan dengan kesejahteraan pemain dan pelatih tak ada sponsor tentunya PSSI sudah memberikan asuransi kepada pelatih timnas dan pemain, namun demikian ini dalam keadaan force majeure. Tentunya ini menjadi antisipasi kami,” ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

“Pemain bola berada di klub-klub, sehingga itu menjadi maksimal bagi klub untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan dan sebagainya, tambahnya.

The post Persik Minta PSSI Siapkan Bantuan Hukum Jika Ada Gugatan dari Pemain appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Ketakutan Ante Bakmaz Selama di Indonesia Saat Pandemi corona

Football5star.com, Indonesia – Pemain asing milik Persik Kediri, Ante Bakmaz mengaku cukup takut menjalani hari-hari di Indonesia saat pandemi corona menyerang. Ia pun mendapat instruksi pulang dari Konjen Australia untuk tinggalkan Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Bakmaz setelah mendapat informasi dari eks Persib Bandung Robbie Gaspar yang juga perwakilan Persatuan Pesepakbola Australia (PFA) di Asia Tenggara.

“Robbie bilang ke saya untuk segera keluar dari Indonesia. Keadaan akan menjadi tidak terkontrol. Indonesia mengalami overpopulasi, pemerintah mengatakan bahwa situasi aman dan terkendali,” ucapnya lagi.” kata Bakmaz seperti dikutip Football5star.com dari Fox Sports Australia, Kamis (9/4/2020).

View this post on Instagram Just one penalty would be nice A post shared by Ante Bakmaz (@bakmz) on Mar 20, 2020 at 5:11pm PDT

Menurut eks pemain Madura United tersebut, awalnya ia tak merasa khawatir dengan kondisi pandemi corona di Indonesia. Namun setelah banyak pemberitaan, dirinya pun merasa sangat khawatir.

“Ketika awal penyebaran virus mulai terjadi, saya merasa tenang. Karena memang pemerintah Indonesia mengatakan baik-baik saja. Tapi setelah beberapa negara lain seperti Filipina dan Hong Kong juga terpapar, saya mulai bertanya-tanya, apakah ini masih aman,” ucapnya.

Meski tak memiliki gejala terpapar virus corona, Ante Bakmaz mengakui bahwa dirinya saat ini tengah menjalani karantina mandiri di hotel di Sydney, Australia tanpa sama sekali keluar kamar.

Ia tidak ingin berisiko menjadi penular virus itu kepada keluarganya, yang sebagian sudah berusia lanjut. Ia pun lebih banyak menghabiskan waktu dengan berolahraga di dalam kamar hotel.

“Saya mungkin bukan orang yang tidak punya gejala, tapi bisa membawa virus. Saya tidak menginginkan itu ketika saya bertemu orang tua, mereka sudah berusia lebih dari 70 tahun,”

Bakmaz pun berharap bahwa situasi kembali normal. Ia mengaku sudah sangat rindu dengan bermain sepak bola. Namun untuk saat ini, Bakmaz hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Ibuku akan membuat sup ayam. Saya sudah tidak pulang selama 18 bulan, jadi saya ingin memanfaatkannya sebaik mungkin,” ucapnya.

The post Ketakutan Ante Bakmaz Selama di Indonesia Saat Pandemi corona appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.