Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Aksi Religius Klub dan Suporter Liga Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola adalah bahasa universal. Sepak bola tak mengenal latar belakang budaya ataupun agama. Meski begitu agama tak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia termasuk dalam urusan sepak bola.

Publik Indonesia tentu masih ingat dengan selebrasi yang dilakukan tiga pemain Bali United, Yabes Roni, Ngurah Nanak dan Miftahul Hamdi pada 2017 lalu. Ketiganya merayakan gol Yabes Roni dengan berterima kasih kepada Tuhan, dengan keyakinan masing-masing.

Selebrasi ini bahkan sempat diangkat oleh salah satu media ternama Amerika Serikat, Washington Post. “Tiga pemain bola Indonesia menjadi simbol seperti apa dunia yang lebih damai, dengan selebrasi unik gol yang tertangkap kamera,”

Tidak hanya pemain Bali United yang melakukan aksi religius di lapangan sepak bola. Klub dan suporter Indonesia juga melakukan hal serupa. Berikut 5 aksi religius klub dan suporter Liga Indonesia.

Barito Putera

Pada perhelatan Liga 1 2019 tim Barito Putera memperkenalkan tim dengan acara religius. Bertempat di Stadion 17 Mei Banjarmasin, peluncurun tim Barito Putera kali ini dikemas dengan konsep religus.

Skuat Barito diperkenalkan dengan acara sholawat berjamaah yang dipimpin Habib Syech Abdul Qadir Assegaf dari Solo, serta ulama kharismatik lokal KH Zuhdiannoor (Guru Zuhdi).

Menurut Hasnuryadi Sulaiman, acara perkenalan pemain yang dibungkus dengan nuansa religius ini merupakan upaya agar Barito Putera bisa berkompetisi secara maksimal pada Liga 1 2018.

“Jadi, segala sesuatunya kita niatkan untuk ibadah. Kalau Barito menang, masyarakat senang, masyarakat bahagia. Nah kita niatkan itu sebagai ibadah dengan membahagiakan masyarakat Banua,” ujar Hasnur.

Arema FC

Pada Maret 2018 manajemen Arema FC memutuskan untuk pindah kantor. Manajemen tim berjukuk Singo Edan itu pindah ke kantor baru di alamat Jl Kertanegara, Kota Malang. Rencananya manajemen Arema melakukan acara khataman Al Quran dan tahlilan saat menempati kantor baru tersebut.

Yasinan dan Tahlilan 1 Tahun Almarhum Ahmad Kurniawan pic.twitter.com/qdGrbRMAo2— Arema FC (@AremafcOfficial) January 11, 2018

“Rencananya pada Selasa (6/3/2018) akan ada khataman Alquran dan tahlilan. Itu sebagai wujud syukur kami setelah akhirnya menempati kantor baru. Rencananya juga akan hadir anak-anak yatim untuk turut berdoa di kantor baru,” kata MO Arema, Sudarmaji.

Dua bulan sebelumnya, klub juga menggelar acara Yasinan dan tahlil untuk almarhum Ahmad Kurniawan. Acara ini digelar manajemen bersama dengan aremania dan para pewarta kota Malang.

Tiga tahun sebelumnya, klub kebanggaan masyarakat Malang ini juga sempat melakukan tahlilan jelang kompetisi 2015. Tahlilan dilakukan skuat Arema dipimpin oleh Ustad Qoyyum.

Bali United

Klub Bali United juga pernah menggelar aksi religius jelang bergulirnya Liga 1 2017. Dikutip dari halaman resmi klub, Bali United menggelar persembahyangan di Pura Ulun Danu, Batur dan Pura Besakih.

Keluarga besar Bali United baik yang beragama Hindu maupun non Hindu kompak menggunakan pakaian kemeja putih dengan bawahan kombinasi kamen dan saput. Tidak lupa juga mereka menggunakan udeng sebagai simbol di kepala.

baliutd.com

Kegiatan dimulai dengan melakukan persembahyangan di Pura Subak Parekan yang bertempat di area Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pura ini juga jadi tempat wajib para pemain Bali United yang beragama Hindu untuk melakukan persembahyangan sebelum menjalani pertandingan kandang.

Setelah itu, rombongan menuju Pura Ulun Danu, Batur yang terletak di Kecamatan Kintamani. Cuaca sejuk di Pura Batur ditambah pemandangan Gunung Batur yang terletak tidak jauh dari lokasi persembahyangan benar-benar dinikmati para pemain Bali United. Sementara suasana persembahyangan pun berlangsung sangat hikmat.

Bonek

Pada malam Natal 2017 lalu, kelompok suporter Persebaya, Bonek seperti dikutip dari halaman emosijiwaku melakukan aksi religius dengan merayakan Natal bersama dua pemain Persebaya, Fandry Imbiri dan Nelson Alom.

“Kami dari Bonek Jayapura berkunjung ke rumah Fandry pada hari Natal ini,” kata Ofha, salah satu anggota Bonek Jayapura.

emosijiwaku

Setelah berkunjung ke rumah Fandry, malamnya Bonek Jayapura melanjutkan silaturahmi ke rumah Nelson Alom. Seperti dituturkan Ofha dan Resha, anggota Bonek Jayapura, kunjungan ini sebagai bentk silaturahmi dan menjaga persaudaraan dengan Bonek Jayapura.

“Setelah selesai kontrak dengan Persipura saya memang berniat ke Persebaya. Sangat antusias juga melihat perjuangan Bonek,” kata kakak dari Nerius Alom.

Jakmania

Pada ulang tahun ke-20 suporter Persija, Jakmania pada 2017 lalu aksi religus digelar dengan tajuk ‘The Jakmania Bersholawat di Monas’.

Acara ini dihadiri oleh orang nomor satu di Persija Jakarta saat itu, Gede Widiade, Stefano Cugurra Teco yang masih menjabat sebagai pelatih, serta sejumlah pemain utama Persija seperti Ismed Sofyan.

Tidak hanya mereka, salah satu pendiri Jakmania, Muhammad Gunawan Hendromartono atau yang akrab disapa Gugun Gondrong juga datang dalam acara ini. Ia duduk satu panggung bersama dengan para ulama yang diundang untuk menghadiri acara ini.

Jakmania juga menghadirkan tiga penceramah pada shalawatan di Monas ini. Mereka adalah Al Habib Abdullah Bin Ja’far Assegaf, Al Habib Ghasim Shami bin Ja’far Assegaf, dan Al Habib Fachri bin Idrus Jamalullail.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Aksi Religius Klub dan Suporter Liga Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Striker Paling Tajam dalam Sejarah Liga Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Sepanjang sejarah Liga Indonesia, ada banyak penyerang top yang bermain di kompetisi tanah air. Mereka berlomba-lomba mencetak gol sebanyak-banyaknya untuk menjadi top skor.

Kinerja seorang striker pastinya akan diukur dari statistik gol. Oleh karena itu, mereka harus memiliki insting tinggi. Tembakan dan sundulan maut jadi modal penting. Mereka juga harus tahu posisi terbaik di kotak penalti.

Football5star.com merangkum 5 striker paling tajam di Liga Indonesia dengan koleksi gol terbanyak dalam semusim. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:

1 Dejan Gluscevic (30 gol di Liga Indonesia 1995-1996)

Facebook

Musim 1995-1996 sempurna bagi Dejan Gluscevic. Ia menjadi Pemain Terbaik, top skor dan membawa Bandung Raya juara.

Kariernya kemudian terganggu, lantaran kompetisi edisi 1998 harus terhenti karena kondisi politik dalam negeri yang tengah memanas. Gluscevic pun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia, dan hijrah ke negeri tetangga Singapura, bergabung dengan Tajong Pagar FC.

2 Oscar Aravena (31 gol di Liga Super Indonesia 2003)

football tribe

Layaknya pemain Amerika Latin pada umumnya, Oscar Aravena memiliki kemampuan olah bola mumpuni. Kecepatannya juga sering merepotkan lini belakang lawan dan yang terpenting: Insting mencetak gol.

Oscar jadi mesin gol PSM Makassar pada 2003. Akan tetapi, ketajaman Oscar Aravena tak bisa mengantarkan Juku Eja juara. Mereka hanya finis di posisi kedua.

3 Cristian Gonzales (32 gol di Liga Super Indonesia 2007-2008)

Gonzales adalah legenda. Torehan 249 gol di kompetisi tertinggi tanah air jadi buktinya.

Pada 2007-2008, El Loco menjadi predator buas di kotak penalti dengan 32 gol. Sial baginya, ia tetap tak mampu membawa timnya, Persik Kediri juara.

4 Peri Sandria (34 gol di Liga Indonesia 1994-1995)

Musim 1994-1995, saat sistem kompetisi sepak bola Indonesia untuk kali perdana menggunakan format liga, nama Peri Sandria langsung melejit. Ia tampil begitu tajam untuk Bandung Raya dengan koleksi 34 gol, sekaligus menyabet penghargaan top skor.

Selama 22 tahun Peri Sandria menyandang status sebagai top skor dengan jumlah gol terbanyak dalam semusim di Liga Indonesia.

5 Sylvano Comvalius (37 gol di Liga 1 2017)

Fox Sports

Comvalius begitu mengerikan di Liga 1 2017. Ia seakan tak bisa berhenti mencetak gol bersama Bali United.

Akan tetapi, ketajaman Comvalius gagal membantu Serdadu Tridatu juara. Klub asal Pulau Dewata finis di urutan kedua karena kalah head to head dengan Bhayangkara FC yang jadi kampiun.

Comvalius sendiri hingga kini masih memegang rekor sebagai top skor dengan jumlah gol terbanyak dalam semusim di tanah air.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Striker Paling Tajam dalam Sejarah Liga Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Alasan PSM Harus Dihormati Klub Indonesia Lainnya

Football5Star.com – PSM Makassar merupakan salah satu klub sarat dengan sejarah yang boleh dibilang harus dihormati klub Indonesia lain. Beberapa alasan di bawah ini memperkuat anggapan tersebut.

Tim berjuluk Juku Eja itu memang memiliki sejarah yang panjang. Bahkan, mereka merupakan klub paling tua yang ada di Indonesia. Fakta tersebut jelas harus membuat klub lain hormat kepada PSM.

Dimulai dari sebagai klub tertua, berikut 5 alasan PSM harus dihormati tim-tim di Indonesia versi Football5Star:

Klub Tertua

PSM Makassar merupakan tim paling awal lahir, yakni 2 November 1915. Dahulu, namanya ialah Makassar Voetbal Bond yang merupakan salah satu bentu persatuan masyarakat di tanah Sulawesi.

FIFA via Historia

Bukan cuma tertua di Indonesia, PSM jua disebut-sebut salah satu klub paling senior di Asia Tenggara. Selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda, semua jenis organisasi dengan ejaan Belanda dihapus dan MVB diubah menjadi PSM Makassar seperti saat ini.

Salah Satu Klub Tersukses

Juku Eja belakangan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Meski memang, terakhir kali mereka meraih gelar kompetisi Indonesia pada 1999–2000 silam.

LEGEND SKUAD PSM MAKASSAR JUARA LIGA INDONESIA VI 1999/2000 "EWAKO PSM" – pic.twitter.com/zKesZHFNbb— Santemaki Cess..!! (@santemako_) July 24, 2013

PSM sudah meraih enam gelar, lima di antaranya diraih era perserikatan, yakni 1957, 1957-1959, 1965, 1966, 1991-1992. Sedang, satunya era Ligina, 1999-2000 lalu.

Mereka beberapa kali nyaris menyudahi dahaga gelarnya. Pada 2018 lalu contohnya. Mereka hanya berselisih satu angka saja dari Persija Jakarta yang juara kala itu.

Berprestasi di Asia

PSM Makassar jua jadi salah satu klub yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia. Juku Eja, pernah empat kali mentas di Liga Champions Asia, pada 1996-1997, 2000-2001, 2004, dan 2005. Hal ini yang harusnya membuat PSM dihormati klub Indonesia lain.

Prestasi terbaiknya datang pada musim 2000-2001. Saat itu mereka mampu menembus babak delapan besar. PSM jua pernah menembus babak delapan besar Asian Cup Winners Cup 1997-1998.

Baru-baru ini, Juku Eja jua berhasil sampai ke semifinal zona ASEAN AFC Cup 2019. Sayang, langkah mereka dihentikn Becamex Binh Duong.

Tak Pernah Turun Kasta

PSM makassar menjadi salah satu dari tujuh tim di Indonesia yang tak pernah mengalami turun kasta. Selain PSM, mada jua Persipura Jayapura, Persib Bandung, Persela Lamongan, Persija Jakarta, Madura United, dan Arema FC.

Instagram-Ocha-Alim.

Bahkan, Juku Eja baru dua kali finis di bawah 10 besar. Finis terburuk mereka terjadi pada ISL 2019-2010. Saat itu, Juku Eja menyelesaikan musim di urutan ke-13.

Itu pun, perolehan poin mereka hanya berselisih 10 angka saja dari Persib Bandung di urutan keempat. Pada era Liga 1, mereka paling jelek finis di posisi ke-12 musim lalu.

Awalnya Tak Menginduk ke PSSI

PSM awalnya tak menginduk kepada PSSI, tapi NIVB sebagai asosiasi sepak bola bentukan Belanda. Dikutip dari Historia, MVB tetap menggulirkan kompetisi sendiri tanpa gesekan kelas masyarakat. MVB sendiri lebih sering berlaga dalam tur yang lazimnya ke Jawa atau acapkali menjamu klub-klub mancanegara dari Hong Kong hingga Australia.

http://poestahadepok.blogspot.com/

Timnas AFA (Australia) bahkan pernah menjajal MVB kala melawat ke Hindia Belanda pada 2 Juli 1928. Kala itu tim “Negeri Kanguru” itu tengah mencari sparing partner untuk persiapan Olimpiade 1928. MVB kalah 1-2.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Alasan PSM Harus Dihormati Klub Indonesia Lainnya appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Hebat Didikan Diklat Persib

Football5Star.com – Diklat Persib bukan cuma mahir melahirkan sejumlah pemain lapangan yang andal. Tapi, mereka jua berhasil mendidik kiper-kiper tangguh yang sekarang laris dipakai di klub Indonesia.

Tak dimungkiri, Diklat Persib melahirkan sejumlah nama beken. Beberapa di antaranya saat ini memperkuat Persib, mulai dari Febri Haryadi, Gian Zola, Beckham Putra, hingga Abdul Aziz.

Nah, ada beberapa kiper didikan diklat Persib yang jua andal. Siapa saja? Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

Andritany Ardhiyasa

Saat muda, Andritany Ardhiyasa menimba ilmu di sejumlah tempat, mulai dari Diklat Ragunan, Asiop, hingga Persib Bandung U-18. Dia membela Persib U-18 pada 2006 silam

Semusim setelahnya, Andritany direkrut Pesik Kuningan, lalu ke Sriwijaya FC, sebelum akhirnya menetap di Persija Jakarta sejak 2010 hingga kini. Andri bahkan sempat menjadi juara Piala Soeratin bersama Persib U-18 kala itu.

Shahar Ginanjar

Shahar jua merupakan kiper didikan diklat Persib. Bedanya, dia pernah memperkuat Maung Bandung pada 2014 dan turut terlibat saat tim meraih gelarn juara ISL.

Sejumlah klub pernah dibela kiper 29 tahun tersebut. Mulai dari Mitra Kukar, Barito Putera, PSM Makassar, hingga kini bersama Andritany di Persija Jakarta.

M Natsir Fadhil Mahbuby

M Natshir jua salah satu kiper lulusan akademi Maung Bandung. Dia tercatat berguru di Persib pada 2006 hingga 2008. Sempat membela Pelita Jaya dan Arema pada karier seniornya, Natshir lantas kembali ke pelukan Persib.

Bersama Maung Bandung, dia total telah meraih tiga gelar, yakni ISL 2014, Piala Presiden 2015, dan Inter Island Cup 2014. Kini, dia kabarnya dipinjamkan ke Bandung United.

M Riyandi

Kiper muda dan berbakat, Riyandi ternyata juamerupakan lulusan Maung Bandung. Baru berusia 20 tahun, dia saat ini menjadi andalan di Barito Putera sejak 2016 silam.

Prestasinya jua cukup baik. Dia dua kali mengantarkan Indonesia meraih peringkat ketiga Piala AFF U-19 2017 dan 2018. Dia jua masuk ke dalam skuat yang meraih medali perak di SEA Games 2019.

Imam Arief Fadillah

Terakhir ada nama Imam Arief Fadillah yang merupakan kiper lulusan diklat Persib. Dia bergabung dengan diklat Persib pada 2009 dan semusim kemudian dapat kesempatan main di tim senior.

Sayang, dia tak terlalu mengilap hingga sempat membela Persitara Jakarta Utara, PS Bangka, Persika Karawang, Barito Putera hingga kembali ke Persib 2017-2019. Tapi nyatanya dia tak jua dapat kesempatan hingga kini membela Sriwijaya FC di Liga 2.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kiper Hebat Didikan Diklat Persib appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Eks Persija yang Kurang Bersinar Ketika ke Persib

Football5Star.com – Meski ada beberapa pemain yang sukses direkrut dari Persija Jakarta, Persib Bandung nyatanya beberapa kali salah langkah. Bahkan, ada lima eks pemain Persija yang terbilang kurang bersinar di Persib.

Meski punya rivalitas panas, tapi sebenarnya Persib Bandung dan Persija Jakarta bersahabat dalam hal pemain. Ada yang mengilap seperti Atep, tapi tak sedikit pula malah kurang bersinar.

Siapa saja mereka? Berikut 5 Eks Persija yang kurang bersinar ketika ke Persib versi Football5Star.com:

Aliyudin Ali

Publik sepak bola Indonesia, khususnya Jakarta tentu masih ingat betapa mengerikannya trio ABG, atau duet emas di lini depan Persija. Ya, ketika Aliyudin datang, lini depan Persija punya opsi variasi hingga kedatangan Greg Nwokolo.

Viking Persib Club

Total, selama memperkuat Persija Aliyudin sukses menegemas 38 gol dalam 90 pertandingan. Performa apik itu membuat Persib kesengsem mendatangkannya pada 2011 silam. Sayang, ketika membela Persib penampilannya terus menurun hingga cuma mengemas lima gol dalam 28 laga di sana.

Baihakki Khaizan

Pada September 2009, Baihakki Khaizan bergabung dengan Persija menyusul kompatriotnya, Mustafic Fachruddin. Dia total menjalani 30 pertandingan pada musim itu.

Selamat Ulang Tahun Persija @persijajkt pic.twitter.com/8ZNRQxIKDK— Baihakki Khaizan (@Baihakki06) November 28, 2019

Akan tetapi musim berikutnya Baihakki memilih untuk hijrah ke Persib Bandung. Di Persib dia jua datang dengan rekan senegaranya, Shahril Ishak. Sayang, dia hanya bertahan setengah musim saja dengan sembilan pertandingan.

Muhammad Ilham

Nama Muhammad Ilham bersinar saat memperkuat Persija Jakarta perode 2006 sampai 2010. Dia mengemas 14 gol dalam 102 penampilan. Dia kemudian memilih hengkang ke Persib pada 2010 silam.

Persib.co.id

Sayang, dia tak bisa mereplikasi penampilan apiknya. Dia di sana hanya bertahan semusim meski menjalani 31 aga. Ilham akhirnya sempat dua kali kembali ke Persija, yakni paa 2012 dan 2014.

Gendut Doni

Siapa tak kenal dengan Gendut Doni. Dia pernah berpetualang ke beberapa klub besar. Mulai dari Persija Jakarta, Persijatim, PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, Arema, hingga Persib Bandung.

View this post on Instagram Gendut Doni, Antonio Claudio (Toyo) Reoduane Barkaoui musim taun 2006 liga djarum, jaman uniko ka kolot menta duit jang meuli LKS padahal mah dipake lalajo persib ka siliwangi, biasa pas jam istirahat sakola kabur sorangan naek angkot majalaya – cileunyi nepi ka st.ranca ekek numpak KRD, baheula mah teu usum medsos hp ge layar koneng jadi tara aya kenang kenangan poto di tribun ayeuna ngarumas mamah bapak hampura tungguan abi sukses sugan bisa mulang tarima #persib #gendutdoni #antonioclaudio #barkoui #ligadjarum #siliwangi #helmbatokbodas #phh A post shared by tukangpasangcameraCCTV (@sugunnawan) on Jul 28, 2017 at 2:15am PDT

Penampilan terbaiknya terlihat saat dia mengemas 25 gol buat Persija dan 14 gol di Persebaya saat juara. Tapi, ketika memperkuat Persib Bandung, Gendut Doni nyatanya kurang bersinar. Dia cuma mampu mencetak tiga gol dalam 18 pertandingan.

Muhammad Nasuha

Muhammad Nasuha datang ke Persija pada 2010 silam usai membela Sriwijaya FC. Bersama Macan Kemayoran dia menjalani 15 pertandingan dan mencetak satu gol dalam semusim.

Bobotoh.id

Akan tetapi, musim berikutnya dia memilih hijrah ke Persib Bandung. Sayang, cedera yang menderanya membuat dia tak begitu mencolok lagi. Nasuha sebenarnya bertahan hingga 2013. Tapi, dalam periode itu dia cuma main 18 kali dan mengemas 2 gol.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Eks Persija yang Kurang Bersinar Ketika ke Persib appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Yunus Nusi Plt Sekjen PSSI

Football5star.com, Indonesia – PSSI resmi menunjuk Yunus Nusi sebagai plt sekjen gantikan Ratu Tisha yang mengundurkan diri, Senin (20/4/2020).

“Kami memilih Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas Sekjen mulai hari Senin 20 April ini. Seluruh Exco PSSI sudah menyetujui penunjukkannya,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan seperti dikutip dari situs resmi PSSI.

“Dengan pengalaman dia di sepakbola, organisasi, dan kemampuannya, sangat pantas jika saya memilih Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen. Dia akan menjadi Plt Sekjen hingga terpilihnya Sekjen yang definitif nantinya,” tambahnya.

Sosok Yunus Nusi seperti yang disampaikan oleh Ketum PSSI memang bukan orang baru di sepak bola Indonesia. Berikut 5 fakta Yunus Nusi, Plt Sekjen PSSI yang pasti kamu gak tahu:

Pierre Njanka dan Persisam Samarinda

Pria asal Gorontalo ini mengawali jejaknya di sepak bola Indonesia bersama klub Persisam Samarinda pada 2009 lalu. Ia kala itu menjabat sebagai direktur bisnis. Yunus Nusi berperan saat Persisam merekrut mantan pemain timnas Kamerun, Pierre Njanka pada 2012 lalu.

antara

“Semuanya sudah dipersiapkan. Pada dasarnya kedua belah pihak sudah sepakat, tinggal penandatanganan kontrak,” kata Direktur Bisnis Persisam, Yunus Nusi saat itu. “Rencananya Njanka akan kita duetkan dengan Luc Owana Zoa di lini belakang. Tapi itu nanti bagaimana keputusan pelatih.”

Yunus pada 2012 juga berperan mendatangkan pelatih Misha Radovic, eks pelatih Pelita Jaya gantikan Daniel Roekito. “Misha sudah akan memimpin tim ketika laga derby melawan Mitra Kukar. Pengalamannya bersama Pelita Jaya sangat diharapkan, dia direkomendasikan oleh orang di Jakarta.” kata presiden direktur Persisam saat itu, Harbiansyah Hanafiah.

Terlibat di konflik PSSI 2011

Yunus juga tercatat sempat masuk dalam pusaran konflik PSSI 2011. Saat itu, ia menjadi salah satu pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro menjadi Ketua Umum PSSI dan wakilnya.

Dukungan itu disampaikan Yunus untuk menggeser kepengurusan lama yang diketuai Nurdin Halid pada waktu itu. Yunus Nusi kerap melontarkan kritik keras kepada kepengurusan PSSI pusat kala itu mengatasnamakan aspirasi sepak bola dari Kalimantan Timur.

Pada 2013, ia kemudian terpilih menjadi Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur. Jabatan ini juga ia emban di periode 2017 hingga saat ini sebelum ditetapkan jadi plt sekjen PSSI. Ia juga menjadi anggota Exco PSSI pada 2017.

Karier di politik

Selain aktif di sepak bola, Yunus juga memiliki latar belakang politik. Jabatan plt misalnya juga pernah ia emban di karier politiknya. Pada 2015, ia ditunjuk menjadi plt , DPD II Partai Golkar Kota Samarinda. Penjukkan Yunus Nusi menggantikan Jafar Abdul Gaffar, berdasarkan rapat pleno dan keputusan pimpinan DPD I Partai Golkar Kaltim.

Pada 2017, namanya sempat dimajukan oleh PPP untuk maju sebagai walikota Gorontalo. Pada 2019, namanya kembali diusung sebagai calon bupati Pohuwato.

“Mungkin setelah Munas saya akan ke Pohuwato untuk bertemu langsung dengan masyarakat sana. Kita lihat saja nanti,” jawab Yunus saat itu.

Kiprah di olahraga lain dan organisasi kepemudaan

Selain sepak bola, Yunus juga tercatat pernah menjadi Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kaltim pada 2001-2009, pengurus KONI Kaltim 2006-2014, dan Sekretaris Bidang Pertandingan PB PON Kaltim 2008.

Pada tahun 2007, ia resmi terpilih menjadi ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kaltim periode 2007-2010 pada musprov Pemuda XI di tarakan. Pada Musprov XII tahun 2010 di Samarinda, Yunus kembali menjadi ketua KNPI kaltim untuk periode 2010-201. Ia juga sempat ditunjuk menjadi ketua MPI (Majelis Pemuda Indonesia) Kaltim.

Kritik Persib dan APPI

Pada 2016, nama Yunus Nusi jadi sorotan bagi suporter Persib Bandung, bobotoh. Hal ini lantaran dirinya menyampaikan kritik keras kepada tim Maung Bandung yang tak mengikui Piala Gubernur Kaltim.

Yunus kala itu mengaku kesal dengan keputusan manajemen Persib. Ia yang menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Piala Gubernur Kaltim ini bahkan menyindir Maung Bandung lewat lagu penyanyi pop Syahrini: “Maju, Mundur, Maju, Mundur”.

wartakota

“Sebenarnya itu hanya gurauan sekaligus keseriusan saya, karena sikap manajemen Persib yang tidak profesional. Saya pernah mengatakan Persib seperti lagu Syahrini, karena memang benar kondisinya seperti itu,” ujar Yunus seperti dikutip Football5star.com dari bolasport

Menurut Yunus, bahwa dirinya sebenarnya sudah mendapat jaminan dari Umuh Muchtar bahwa Persib akan ikut di ajang Piala Gubernur Kaltim.

“Maka saya bilang waktu itu pada media massa bahwa manajemen Persib setuju tapi pelatihnya enggak mau. Oh, saya mengerti kalau Dejan Antonic itu penakut. Dejan pelatih yang takut kalah,” tutur Yunus.

Tidak hanya Persib, Yunus pun sempat sampaikan kritik keras kepada Asosiasi Pesepak Bola Profe­sional Indonesia (APPI) yang mengajak para pemain memboikot tur­na­men-turnamen seperti Piala Gubernur Kaltim.

“APPI tidak bisa tiba-tiba mengeluarkan imbauan se­per­ti itu. Mereka harus berpi­kir jernih dan bijak bagai­mana ikut menyelesaikan konflik sepak bola ini.”

“Kita tahu Ponaryo Astaman dan Bambang Pamungkas telah menikmati gerlapnya kehidupan dari sepak bola. Lalu, bagaimana dengan pe­main-pemainmuda seperti Bayu Gatra, Rizky Pellu, dan kawan-kawannya yang sedang meniti karier dan ingin mera­sakan hasil latihan bertahun-tahun?” ucap Yunus kepada harianhaluan.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Yunus Nusi Plt Sekjen PSSI appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Tempat Bersejarah di Balik Perjalanan PSSI

Football5Star.com – Minggu, 19 April 2020 PSSI genap berusia 90 tahun. Banyak tempat-tempat bersejarah yang selama ini mengiringin perjalanan PSSI sejak mulai terbentuk.

Dalam perjalanannya, PSSI mengalami sejumlah peristiwa-peristiwa penting. Dari mulai sembunyi-sembunyi dalam menggelar pertemuan dari Belanda, hingga sempat disanksi FIFA karena adanya campur tangan pihak pemerintah beberapa waktu lalu.

Tentu, ada tempat-tempat penting di balik perjalanan PSSI. Apa saja? Berikut Football5Star.com sajikan:

Monumen PSSI

Monumen yang terletak di Stadin Mandala Krida itu diyakini menjadi lokasi pertemuan pertama bond-bond atau klub sepak bola yang akhirnya sepakat mendirikan PSSI pada 1930 silam. Saat itu Soeratin Sosrosoegondo sebagai penggagas memilih gedung ini karena lokasinya tak tercium oleh Belanda.

Sejak berdiri 1955 silam, sayangnya saksi bisu lahirnya PSSI ini baru sekali direnovasi pada 2009. Pada 2013, Menpora zaman Roy Suryo sempat mewacanakan renovasi lagi. Tapi sayang sampai saat ini belum juga terwujud.

Hotel Binnenhof

Hotel kecil Binnenhof, di Jalan Kramat 17 jua menjadi saksi dari pertemuan lanjutan di Jogjakarta. Saat itu, Ketua Voetbalbond Indonesische Jakarta, Soeri Ali menjadi pelopor pertemuan Bond-Bond untuk lebih mematangkan lagi pembentukan organisasi sepak bola.

Buku 55 Tahun PSSI/Bolacom

Di tempat itu dibentuklah organisasi sepak bola yang kemudian dimatangkan lagi dalam pergerakan di Bandung, Jogja, dan Solo. Pembentukan itu merupakan salah satu alat perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda.

Stadion Sriwedari

Perjuangan para pemuda menggerakkan sepak bola sebagai alat perjuangan menggugah Susuhunan Paku Buwono X. Dikutip dari laman resmi PSSI, Paku Buwono X kemudian mendirikan Stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan” yang digerakkan PSSI.

Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya Stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar. Pada 1943, Stadion ini jua jadi tempat bersejarah perjalanan PSSI karena Soeratin jua resmi membuka kompetisi di tempat itu.

Lapangan Banteng

Lapangan Banteng bukan saja bersejarah buat Persija Jakarta, tapi juga terbentuknya klub-klub di Indonesia. Sebab, lapangan itu menjadi saksi di mana orang Belanda sering menggelar pertandingan panca lomba (vijfkam) dan tienkam (dasa lomba). Mereka kemudian membentuk bond sepak bola atau klub. Dari bond-bond itulah kemudian terbentuk satu klub besar.

Dikutip dari Wikipedia, dari bond-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Bond China menggunakan nama antara lain Tiong un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.

Balai Persis

Kenapa Balai Persis Solo jua jadi tempat bersejarah dalam perjalanan PSSI? Karena di tempat itulah adanya patung berwajah Soeratin Sosrosoegondo. Dikutip dari Radar Solo, Koran Star Weekly 30 April 1960 menyebut kalau Patung Soeratin diresmikan secara langsung oleh sang istri, yang berdiri di depan Balai Persis (19/4/1960).

Radar Solo

Sebagai perayaan HUT PSSI ke-30 saat itu, PSSI juga memberikan hadiah bangunan Balai Persis untuk Persis. Sebelumnya sejak tahun 1930-1950an, Persis berkantor di daerah Keprabon.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Tempat Bersejarah di Balik Perjalanan PSSI appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain ASEAN Terbaik di Liga Indonesia

Football5Star.com – Kompetisi Indonesia pernah dihiasi oleh beberapa pemain asing ASEAN terbaik. Bahkan, beberapa di antara dari mereka berhasil mengukir prestasi dalam kariernya di Indonesia.

Lihat saja Omid Nazari. Pemain yang punya paspor Filipina itu menjadi sosok sentral di lini tengah Maung Bandung semenjak tiba putaran kedua lalu. Dia sudah memainkan 20 laga resmi bersama Persib dengan mengemas satu gol dan tiga assist.

Nah, sebelum Omid ada setidaknya 5 pemain ASEAN terbaik yang pernah mentas di Indonesia. Siapa saja? Berikut daftarnya versi Football5Star.com:

Muhammad Ridhuan

Muhammad Ridhuan bisa dibilang jadi salah satu pemain Asia Tenggara yang sukses di Indonesia. Saat bergabung bersama Arema, pemain asal Singapura itu masuk ke dalam skuat yang menjuarai ISL 2009-2010.

Wearemania

Ridhuan bertahan selama 3 setengah musim di Arema dengan total mengemas 24 gol dalam 90 penampilan. Dia pernah jua bermain untuk Persisam Putra Samarinda saat dipinjam dari Arema FC 2013 lalu dan Borneo FC musim 2018.

Noh Alam Shah

Sepanjang kariernya, Noh Alam Shah pernah memperkuat beberapa klub Indonesia. Dari mulai Arema, Persib Bandung, hingga PSS Sleman.

Wearemania

Prestasinya juga gemilang. Dia juga jadi salah satu pemain yang membawa Arema juara ISL 2009 lalu. Noh Alam juga membawa PSS juara Divisi Utama pada 2013 silam. Saat memperkuat Arema, Noh Alam mengemas 32 gol dalam 73 penampilan.

Safee Sali

Safee Sali pernah menjadi striker menakutkan di Indonesia. Hal itu saat dia bergabung bersama Pelita Jaya pada 2010-2011 silam yang membuatnya masuk daftar pemain ASEAN terbaik di Liga INdonesia.

Pemain asal Malaysia itu memang tak membawa Pelita juara. Tapi, bersamanya Pelita secara mengejutkan sempat menembus tiga besar di bawah arahan Fandi Ahmad. Total dia mengemas 27 gol dalam 42 penampilan.

Sinthaweechai Hathairattanakool

Nama Sinthaweechai Hathairattanakool atau yang karib disapa Kosin sempat melegenda di Persib Bandung. Dia datang ke klub kota kembang pada 2006 lalu dan berhasil mencuri perhatian Bobotoh.

#OnThisDay.11 Februari 2006, Sinthaweechai Kosin Hathairattanakool menjalani debutnya bersama Persib Bandung di Liga. Penampilan perdananya itu berbuah manis ketika Persib berhasil mengalahkan Arema di Stadion Siliwangi dengan skor 1-0. #SejarahMaung pic.twitter.com/y4nV3IoMF6— SIMAMAUNG (@simamaung) February 11, 2019

Kosin memang tak mempersembahkan gelar juara buat Persib. Tapi debutnya di sana sangat diingat ketika kecermelangannya membawa Persib menang 1-0 atas Arema FC di Stadion Siliwangi, 11 Februari 2006. Dia jua bisa dibilang jadi salah satu pemain ASEAN terbaik di Liga Indonesia.

Joao Bosco Cabral

Joao Bosco Cabral boleh dibilang menjadi satu-satunya bek asal Timor Leste yang berhasil berkarier di Indonesia. Sejumlah klub Indonesia pernah dibelanya. Mulai dari Arseto Solo, Persikota Tangerang, PSPS Pekanbaru, Persija Jakarta, hingga Bali Devata.

Lejen Timor Leste pic.twitter.com/5WRl8VFsZK— #SemuaPakaiMasker (@bonekcasuals) August 20, 2017

Salah satu penampilan terbaiknya ada di Persija Jakarta. Dia menjadi pengisi lini belakang yang sukar ditembus, baik saat berduet dengan Hamka Hamzah, M Roby, maupun Abanda Herman.

The post Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain ASEAN Terbaik di Liga Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.