Dua Hal Ini Harus Diperhatikan LIB Soal Masa Depan Kompetisi

Football5Star.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus memperhatikan paling tidak dua hal untuk memutuskan masa depan kompetisi, yakni soal hukum dan finansial. Dua hal itu harus dipenuhi karena saat ini masa-masa sulit.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 2020 akan dihentikan andai pemerintah melanjutkan status darurat bencana pada 29 Mei mendatang. Bila pemerintah memperpanjangnya, maka kompetisi akan diberhentikan secara total.

Presiden Persiba Balikpapan, Gede Widiade, menyebut kalau pada masa-masa krusial itu, LIB tak bisa sembarangan memutuskan. Terutama, yang disorotnya adalah finansial.

“Kalau untuk memutuskan itu hukum dan finansial, sekarang usaha mana yang bisa recovery cepat, lah kalau jasa lama juga. Rumah makan cepat karena orang butuh makan. Apa semua sponsornya bisnis seperti itu?” kata Gede Widiade.

Soal hukum jua menurut Gede harus dipikirkan. Tapi yang jelas menurutnya, semua itu berhulu kepada finansial. Dia berharap harus dipikirkan secara mayang.

“Ini pemikiran kita secara normal saja. Hotel tutup sekarang. Apa turis datang? Butuh waktu, Tapi kalau retail, minuman, makanan, transportasi, cepat. Jadi kalau menurut saya putuskan setelah melihat, mempertimbangkan dua keadaan, hukum dan finansial,” lanjut dia.

“Kalau saya sepak bola harus berjalan, bagaimana caranya terserah tapi tak bisa tanpa penonton. Contoh berhenti bikin turnamen, silakan. Ini kepiawaian PSSI dan LIB dituntut apa btul mereka mengerti bola, apakah betul mereka mengerti bisnis bola, dan binsis murni,” pungkas dia.
The post Dua Hal Ini Harus Diperhatikan LIB Soal Masa Depan Kompetisi appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Dahulu Klub Bayar Gaji 25 Persen Tinggal Merem, Sekarang Sulit

Football5Star.com – Pada masa-masa seperti ini, sebenarnya klub membayar gaji 25 persen sangat sulit berbeda dengan sebelumnya. Hal itulah yang disuarakan oleh Presiden Persiba Balikpapan, Gede Widiade.

Permasalahan virus corona COVID-19 memang berdampak nyata buat sepak bola. Bukan cuma menunda sampai menghentikan kompetisi, tapi dampaknya sudah meluas ke ekonomi para klub-klub di dunia, termasuk Indonesia.

Gede mengaku salut dengan keputusan PSSI yang sudah jauh-jauh hari memberikan patokan gaji buat pemain. Karena hal itu merupakan landasan hukum untuk klub agar tak jadi masalah pada kemudian hari.

“Ini (PSSI) mulai bagus sebenarnya etika berorganisasi, seperti kemarin PSSI beri putusan gaji 25 persen itu bagus, karena kalau enggak ada itu enggak ada pegangan hukum, klub ini hukum, karena perjanjian pemain dengan klub. Kalau enggak ada, mati kita,” ungkap Gede Widiade.

“PSSI sebelumnya jarang yang seperti jaman sekarang ini, proaktif. Apa gak sulit bayar 25 persen zaman sekarang? Kalau zaman aman ya merem 25 persen, sekarang sulit,” lanjut dia.

Sekarang, lanjut Gede, usaha mana yang bisa dengan cepat membangun kembali. Kalau rumah makan, mungkin cepat. Tapi kalau jasa akan sangat sulit bangkit.

“Kalau kaya saya Indika, batubara siapa yang butuh? Gitu. Ini pemikiran kita secara nromal saja. Hotel tutup sekarang, apa turis datang? Butuh waktu, Tapi kalau retail, minuman, makanan, transportasi, cepat,” pungkas Gede.

The post Dahulu Klub Bayar Gaji 25 Persen Tinggal Merem, Sekarang Sulit appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

LIB Harus Panggil Owner Klub Bukan Manajer untuk Bahas Kompetisi

Football5Star.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus memanggil pemilik klub bukan manajer untuk membahas masa depan kompetisi, seperti saat ini. Sebab, pemilik klub-lah yang nantinya akan dimintai tanggung jawab bila ada masalah seperti saat ini.

Seperti diketahui, belakangan memang kompetisi Indonesia masih belum menemui titik terang di tengah efek pandemi virus corona. Nah, LIB harus meminta pendapat para klub untuk menentukan langkah selanjutnya.

Akan tetapi nantinya kalau ada rapat-rapat, harus pemilik klub yang diundang bukan manajer. Hal tersebut yang disuarakan oleh Presiden Persiba Balikpapan, Gede Widiade.

Indra/F5S

“Sekarang waktunya yang bicara sama PT LIB itu owner jangan eksekutif atau manajer, owner yang punya tanggung jawab. Jangan sampai menyesal manajernya ngomong, nanti ownernya gak tahu repot,” ungkap Gede Widiade kepada wartawan.

Gede menambahkan kalau sebenarnya memang Owner yang berhak dalam membuat keputusan soal sikap dari klub. Tapi memang dalam perjalanannya, owner bisa menunjuk perwakilan tapi harus satu paham dalam keputusannya.

“Karena ini yang dituntut owner sama pemain, jangan nanti beri kuasa ke manajer tapi pada waktu ribut, lari kan kasihan. Untuk yang seperti ini putuskan mengundang owner untuk memberi masukan. Bisa saja nanti owner menunjuk kepada corporate secretary, GM, tapi tertulis, dan putusannya harus mencerminkan putusan klub, jangan sudah diputuskan ribut,” pungkas Gede.

The post LIB Harus Panggil Owner Klub Bukan Manajer untuk Bahas Kompetisi appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

PSBB Bukan Lockdown, Liga 1 2020 Harusnya Tak Bisa Dihentikan

Football5Star.com – Pemerintah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebenarnya tak bisa menghentikan Liga 1 2020 karena bukan lockdown. Hal itu yang diutarakan oleh Presiden Persiba Balikpapan, Gede Widiade.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan andai pemerintah melanjutkan status darurat bencana pada 29 Mei mendatang. Ada opsi lain yang kabarnya tengah digodok bila kompetisi akan tetap dilanjutkan, yakni format baru atau turnamen.

Presiden Persiba, Gede Widiade, menyebut kalau kompetisi sebenarnya tak bisa dihentikan karena tak ada hukum dari PSBB. Terkecuali pemerintah menerapkan lockdown yang bisa bikin PSSI menerapkan kondisi kahar untuk menghentikan Liga 1 dan Liga 2 2020.

“Sebelum lanjut apa berhenti dilihat. Dasarnya hukum sama finansial. Hukum saja masih semilockdown PSBB kan tak bisa,” ungkap Gede Widiade kepada wartawan di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2020).

Indra/F5S

“Lalu finansial siapa yang mampu dalam keadaan seperti ini. LIB masih mampu enggak menyelesaikan keadaan seperti ini dengan subsidinya, sponsor, tiketing dan owner,” sambung eks Dirut Persija Jakarta itu.

Kondisi seperti ini jelas sangat susah karena PT IB juga sebagai operator akan sulit memenuhi pembayaran 100 persen, terlebih sponsor. Pemilik klub jua harus berpikir ekstra keras.

“Sekarang owner mana yang masih mampu, saya saja sudah engap-engapan. Seluruh usaha saya 99 persen tutup. Jadi, sekaeang waktunya yang bicara sama LIB itu owner jangan eksekutif, owner yang punya tanggung jawab. Jangan sampai menyesal manajernya ngomong, nanti ownernya gak tahu repot,” pungkas Gede.

The post PSBB Bukan Lockdown, Liga 1 2020 Harusnya Tak Bisa Dihentikan appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Eks Bos Persija Bicara Etika Soal Kabar Nepotisme di PSSI dan LIB

Football5Star.com – Mantan bos Persija Jakarta, Gede Widiade, turut berkomentar soal kabar nepotisme yang ada di PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Menurutnya, harus ada yang mengedepankan etika meski kalau dicek tak ada hukum yang ditentang.

Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) belakangan tengah disorot oleh suporter Indonesia. Bukan tanpa sebab, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, dikabarkan akan menunjuk Maaike Ira Puspita yang notabene adik iparnya sebagai Sekjen PSSI.

Munculnya nama Maaike sendiri sempat diucapkan oleh Cucu Somantri, meski akhirnya Yunus Nusi yang ditunjuk sebagai Plt Sekjen PSSI. Cucu Somantri sendiri jua disebut-sebut melakukan nepotisme menunjuk anaknya, Pradana Aditya sebagai General Manager di LIB.

“Kita orang profesional, kembalikan ke profesionalitas orangnya. Kalau di PSSI ada qoute of conduct-nya, kalau di Liga ada aturan di AD/ART. yang terjadi ada dua, yakni segi hukum maupun etika. Kalau hukum PSSI dilihat di qoute of conduct-nya, kalau di LIB yang di AD/ART,” ungkap Gede Widiade ketika ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Misal tak ada yang dilanggar, kata dia, sebenarnya nepotisme di PSSI dan LIB tidak masalah kalau dilihat dari segi hukum. Hanya saja, dia tak tahu apakag ada yang mengatur soal itu atau tidak. Karena menurutnya AD/ART bisa berubah.

“Lalu misal etika. Etika atau enggak kalau organisasi massa memasukkan keluarga. Gitu saja. Kalau misal hukum tak melanggar, etika rasa masyarakat bola tersakiti, itu saja penilaiannya tak usah politis atau individual. Hanya dua itu saja. Kalau gak mau tahu mau masukkin anak atau istri semua, ya wong ini perusahaan-perusahan saya, ya gak papa, berarti etikanya gak punya gitu saja,” pngkas Gede Widiade.

The post Eks Bos Persija Bicara Etika Soal Kabar Nepotisme di PSSI dan LIB appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.