Bojan Hodak: Bangga Bekerja di Salah Satu Klub Tertua Asia

Football5Star.com – Bojan Hodak baru-baru ini membanggakan dirinya yang tengah melatih PSM Makassar sebagai salah satu klub tertua Asia. Dia jua bercerita soal sepak terjangnya bersama Timnas U-19 Malaysia.

Pelatih PSM ini salah satu yang sukses untuk Timnas U-19 Malaysia. Dia membawa Malaysia memenangkan Piala AFF U-19 2018 yang merupakan sejarah. Sebelum itu, pada 2017, dia jua membawa Malaysia menjadi runner-up turnamen yang sama dan lolos ke Piala Asia U-19 2017.

“Dari 2017 hingga 2019, saya menangani Timnas U-19 Malaysia, kami memiliki kinerja terbaik dalam sejarah saat itu,” ungkap Bojan Hodak dikutip media Kroasia, Jutarnji.

“Akan tetapi semuanya berubah dan FAM memotong anggaran dengan tajam sehingga kami tidak melanjutkan kontrak. Tak masalah buat saya,” lanjut dia.

Lalu, Bojan Hodak mengaku mendapatkan tawaran dari PSM Makassar. Saat itu, dia sama sekali tak berpikir lama-lama untuk menangani Juku Eja.

“Saya memiliki liburan dua bulan dan sekitar Natal mereka memanggil saya dari PSM Makassar. Mereka menawarkan saya persyaratan yang baik dan kami sepakat dengan cepat,” papar Bojan Hodak.

Pelatih asal Kroasia itu bangga bisa bekerja di salah satu klub bersejarah di Indonesia, bahkan Asia. Juku Eja memang menjadi klub tertua di Indonesia yang awalnya bernama MVB.

“Klub ini adalah salah satu yang tertua di bagian Asia ini, kami memainkan Piala AFC yang sedikit mirip dengan Liga Eropa,” tutup dia.

The post Bojan Hodak: Bangga Bekerja di Salah Satu Klub Tertua Asia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Eks Pelatih Malaysia: Pemain Indonesia Cuma Bisa Lari

Football5star.com, Indonesia – Eks pelatih Malaysia U-19 yang saat ini membesut PSM Makassar, Bojan Hodak membandingkan antara pemain Indonesia dengan pemain Malaysia. Menurut Hodak, pemain dari dua negara serumpun ini memiliki kesamaan.

“Secara fisik tentu pemain dari kedua negara ini jauh dari liga Eropa. Mereka pemain terlalu banyak lari, tetapi setelah 60 menit mereka kelelahan. Secara teknis dan taktik, Malaysia sedikit lebih baik,” kata Bojan seperti dikutip Football5star.com dari media Kroasia, Minggu (3/5/2020).

Menurut Hodak, jika pemain Malaysia bermain di kompetisi Liga Kroasia, mereka bisa bermain di kasta teratas sementara pemain dari Indonesia mungkin hanya akan bermain di kasta kedua.

@PSM_Makassar

“Pemain dari klub top Malaysia bisa bermain di 1. HNL sedangkan pemai dari klub Indonesia hanya memiliki kualitas di kasta kedua,” tambahnya.

Hodak menyebut bahwa secara kualitas, pemain di Indonesia dan Malaysia bisa dikatakan sangat buruk dalam penerapan teknik. Hal ini yang harus diperbaiki.

“Bagi para pemain lokal, saya katakan mereka sedikit keluru dalam hal menerapkan taktik. Meskipun hal itu tetap memberi hiburan bagi para penonton,”

“Namun masalah terbesar bagi sepak bola di dua negara itu dan banyak negara di Asia ialah soal pembinaan pemain muda,” ucap eks pelatih Malaysia U-19 tersebut.

Bojan Hodak mengawali kariernya di Zagreb, Kroasia. Ia menghabiskan waktu lima tahun dengan bermai di klub lokal NK Trnje dan NK Vrapce. Pelatih berusia 48 tahun ini meninggalkan Kroasia pada 1996.

Saat itu, ia mendarat ke Singapura dan bermain untuk Balestier Central. Hodak tercatat bermain di Singapura dan Hongkong selama lima tahun. Ia lalu sempat kembali ke Kroasia pada 2002 saat sang ayah jatuh sakit.

Hodak mengatakan bahwa saat ini ia dan keluarganya cukup nyaman tinggal di Malaysia. Hodak bahkan menyebut bahwa ia membeli sebuah flat mewah di kawasan Pulau Penang.

“Ini jadi tempat pensiun terbaik. Penang masuk dalam daftar 10 tempat terbaik itu. Pantai berpasir, cukup murah untuk ditinggali dan keamanan yang cukup hebat,” ucap Hodak.

The post Eks Pelatih Malaysia: Pemain Indonesia Cuma Bisa Lari appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Bojan Hodak kepada Media Asing: Gila! Latihan PSM yang Nonton 8000 Orang

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak, mengaku kaget dengan antusiasme sepak bola di Indonesia. Menurut dia, Indonesia negara gila sepak bola.

Bojan Hodak gabung PSM pada awal musim ini. Ia sama sekali tak memprediksi bahwa Indonesia adalah negara yang begitu fanatik dengan sepak bola.

“Orang-orang di Indonesia suka sepak bola, mereka sedikit lebih gila. Ada 8.000 penggemar datang ke sesi latihan pertama saya. Mereka bahkan membawa petasan dan drum di sesi pelatihan berikutnya,” kata Bojan Hodak kepada media Kroasia.

“Saya harus menutup sesi latihan karena meski saya sudah teriak, para pemain tidak bisa mendengar saya. Itu lucu, semakin saya berteriak, semakin keras mereka bermain drum.”

Liga-Indonesia.id

Bojan Hodak juga berbicara soal kehidupannya di Makassar. Ia membahas soal aktivitasnya bersama tim saat kompetisi berjalan.

“Makassar memiliki hampir tiga juta orang. Semua orang mengikuti sepak bola dan tidak mudah untuk pergi ke mana pun. Orang-orang ingin menyentuh Anda, mengambil gambar dengan Anda, meskipun kami tidak saling mengerti apa yang sedang kami bicarakan.”

“Terkadang tekanan itu tidak mudah, tetapi Anda terbiasa melakukannya dari waktu ke waktu. Negara Indonesia sangat besar, memiliki tiga zona waktu, membutuhkan 6-7 jam dari satu ujung ke ujung lainnya dengan pesawat. Setiap kunjungan dilakukan dua hari lebih awal, jadi kami kebanyakan menggunakan pesawat dan hotel,” ucap Bojan Hodak.

PSM sendiri kini berada di posisi enam klasemen Liga 1. Dari tiga pertandingan yang dilalui, Juku Eja meraih lima poin, hasil dari satu kali menang dan dua imbang.

The post Bojan Hodak kepada Media Asing: Gila! Latihan PSM yang Nonton 8000 Orang appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Bojan Hodak: Ada Masalah Besar yang Tak Bisa Diselesaikan Pemerintah Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar asal Kroasia, Bojan Hodak menilai bahwa kondisi di Indonesia memiliki masalah besar di tengah pandemi corona. Mirisnya kata Bojan, masalah tersebut tak bisa diselesaikan oleh pemerintah Indonesia.

“Ada masalah besar di Indonesia yang tidak bisa diselesaikan pemerintah. Ada terlalu banyak orang miskin di sana yang hidup dari upah harian di tengah pandemi corona,” kata Hodak kepada media Kroasia, Minggu (3/5/2020).

instagram.com/psm_makassa

“Mereka tidak memiliki tabungan, tidak memiliki makanan dan harus bekerja keluar rumah setiap hari. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan kelaparan,” tambahnya.

Hodak pun menyebut bahwa dirinya tidak terlalu yakin ada berapa banyak orang Indonesia yang masuk ke rumah sakit akibat terpapar virus corona.

“Saya bahkan tidak yakin seberapa banyak orang Indonesia bisa masuk ke rumah sakit atau mendapat akses peralatan kesehatan. Entah berapa banyak orang Indonesia yang melakukan tes COVID-19,” tambahnya.

Hodak sendiri saat ini sudah berada di Malaysia. Ia terbang dari Makassar, satu hari setelah kompetisi Liga 1 2020 resmi ditangguhkan oleh PSSI akibat pandemi corona.

“Istri dan putra saya tinggal di Malaysia. Saya pulang ke Malaysia satu hari setelah keputusan resmi menangguhkan kompetisi sepak bola. Saat ini kami hanya bisa berbelanja dan tinggal di dalam rumah,” kata Hodak.

Menurut Hodak, ia dan sejumlah warga Kroasia di Indonesia mendapat bantuan penuh baik informasi dan lain sebagainya oleh duta besar mereka di Indonesia.

“Untungnya bagi kami, Duta Besar Nebojsa Koharevic selalu membagikan informasi yang relevan untuk kami sepanjang waktu jadi kami siap ketika menghadapi situasi seperti ini,”

Eks pelatih Johor Darul Ta’zim itu pun berharap bahwa situasi saat ini segera selesai dan kompetisi sepak bola bisa kembali digulirkan.

“Kompetisi ditangguhkan hingga 29 mei tetapi saya ragu setelah itu bisa kembali digulirkan. Mungkin akan bisa kembali normal pada September,” ucapnya.

The post Bojan Hodak: Ada Masalah Besar yang Tak Bisa Diselesaikan Pemerintah Indonesia appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.