Dahulu Klub Bayar Gaji 25 Persen Tinggal Merem, Sekarang Sulit

Football5Star.com – Pada masa-masa seperti ini, sebenarnya klub membayar gaji 25 persen sangat sulit berbeda dengan sebelumnya. Hal itulah yang disuarakan oleh Presiden Persiba Balikpapan, Gede Widiade.


Thursday January 01, 1970

Permasalahan virus corona COVID-19 memang berdampak nyata buat sepak bola. Bukan cuma menunda sampai menghentikan kompetisi, tapi dampaknya sudah meluas ke ekonomi para klub-klub di dunia, termasuk Indonesia.


Thursday January 01, 1970

Gede mengaku salut dengan keputusan PSSI yang sudah jauh-jauh hari memberikan patokan gaji buat pemain. Karena hal itu merupakan landasan hukum untuk klub agar tak jadi masalah pada kemudian hari.


Thursday January 01, 1970

“Ini (PSSI) mulai bagus sebenarnya etika berorganisasi, seperti kemarin PSSI beri putusan gaji 25 persen itu bagus, karena kalau enggak ada itu enggak ada pegangan hukum, klub ini hukum, karena perjanjian pemain dengan klub. Kalau enggak ada, mati kita,” ungkap Gede Widiade.

“PSSI sebelumnya jarang yang seperti jaman sekarang ini, proaktif. Apa gak sulit bayar 25 persen zaman sekarang? Kalau zaman aman ya merem 25 persen, sekarang sulit,” lanjut dia.

Sekarang, lanjut Gede, usaha mana yang bisa dengan cepat membangun kembali. Kalau rumah makan, mungkin cepat. Tapi kalau jasa akan sangat sulit bangkit.

“Kalau kaya saya Indika, batubara siapa yang butuh? Gitu. Ini pemikiran kita secara nromal saja. Hotel tutup sekarang, apa turis datang? Butuh waktu, Tapi kalau retail, minuman, makanan, transportasi, cepat,” pungkas Gede.

The post Dahulu Klub Bayar Gaji 25 Persen Tinggal Merem, Sekarang Sulit appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen – Football5star.com.

Published by admin